Tampilkan postingan dengan label rumah kehidupan. Tampilkan semua postingan

"Apakah Korsel pernah juara dunia, belum pernah, bukan? Sampaikan ke Korsel, kami siap mengalahkan mereka pada tanggal 12 Oktober nanti." Itulah yang diucapkan Indra Sjafrie kepada sindonews.com sebelum pertandingan melawan Korsel pada partai puncak Timnas Indonesia U- 19 melawan Korsel.

Dan benar. Melalui perjuangan tanpa kenal lelah, Evan Dimas dan kawan-kawan berhasil menghentikan langkah 12 kali juara Asia itu. Luar biasa.


Itulah yang terjadi pada Timnas Indonesia U-19 saat ini. Dengan sentuhan pelatih bertangan dingin namun sangat santun itu, Indonesia untuk pertama kalinya berhasil masuk jajaran elit kesebelasan di Asia. Kini, Indra Sjafrie belum mau berhenti. Ia bahkan terus mengobarkan semangat, memperbarui mimpinya untuk bisa masuk pada Piala Dunia berikutnya.

Mungkin apa yang dilakukan Indra Sjafrie itu merupakan hal biasa yang dilakukan oleh sang pelatih untuk mengobarkan semangat juang anak asuhnya. Tapi kalau dicermati, pelatih yang kini tinggal di Yogyakarta ini agak lain. Ia tak sekadar memoles fisik dan skill Evan Dimas dan kawan-kawan, tapi juga memperbaiki spirit mereka.

Pelatih asal Padang ini tahu betul bahwa impian tidak bisa diraih hanya melalui skill dan perjuangan fisik saja. Lebih dari itu harus melibatkan spirit dari dalam. Bahkan kalau boleh dibilang, pelatih ini justru memberi porsi lebih besar terhadap kehidupan spiritual anak asuhnya. Ia mengajak anak asuhnya juga memperbaiki alam bawah sadarnya. Menurutnya, mental juara (spirit) itu sangat penting ketimbang skill fisik.

"Bagaimana kita bisa mengalahkan Korea Selatan kalau mental kita selalu di bawah Korsel. Saya dibilang sombong saat mencanangkan target mengalahkan Korsel. Nyatanya bisa. Sekarang, apa saya akan dibilang sombong lagi kalau punya cita-cita masuk piala dunia," kata Indra Sjafrie dalam sebuah wawancara di televisi.

Spirit Indra Sjafrie memang luar biasa. Coba simak apa yang terjadi pada Jndra jelang peluit babak kedua pertandingan timnas U-19 melawan Laos. Ia sempat gusar bukan main.  Pada babak pertama pertandingan itu, anak asuhnya bermain tanpa irama. Tak tampak permainan satu dua sentuhan, seperti pada pertandingan AFFsebelumnya.

Di pinggir lapangan, Indra Sjafrie terlihat begitu sebal. Mimiknya tegang, lantaran anak-anak asuhnya begitu mudah kehilangan bola. Beruntung, dewi fortuna berada di pundak timnas. Lewat tandukan Muchlis Hadi, timnas berhasil menceploskan satu gol sebelum wasit meniupkan jeda.

Di ruang ganti, kala timnas beristirahat, Indra Sjafri pun langsung murka, lantaran permainan memble anak-anaknya. "Kalian sudah puas juara AFF? Kalian tak mau lolos Piala Asia?" kata Indra yang marah sambil memecut asa para pemain timnas.

Pecutan semangat dari Indra itu ternyata berhasil mengoyak kembali asa timnas. Pada babak kedua, Garuda Jaya bermain lebih trengginas. Hasilnya, tiga gol tambahan berhasil disarangkan timnas ke jala Laos. Dan 4-0 untuk hasil akhir pertandingan itu.

Ya, melatih anak-anak muda minim pengalaman sangatlah sulit dilakukan. Awalnya banyak yang meragukan karena tak satu pun pemain Timnas U-19 yang sudah "punya nama". Mereka benar- benar pemain-pemain baru di kancah persepakbolaan nasional. Tapi bagi Kepala Kantor Pos ini, tak ada yang tidak mungkin. Menurutnya, selain bola itu bundar, tak ada yang tak bisa dikalahkan di dunia ini kecuali Tuhan. Tak heran, dengan kondisi spiritual pelatih yang mumpuni ini, Timnas Indonesia mampu menekuk juara bertahan Korsel. Didikan fisik dan mental yang jitu ini tak heran mampu membuat mental Garuda Muda yang minim pengalaman ini berhasil mencapai prestasi maksimal.

Dengan gemblengan khusus itu, tak heran perilaku anak-anak Timnas U-19 tetap santun meskipun telah meraih tiket bergengsi di Piala Asia. Contohnya sang Kapten Evan Dimas yang tetap saja santun terhadap sang ibu. Evan Dimas sendiri mengatakan bahwa doa ibu adalah segalanya. Doa ibundanya itulah yang mengiringi langkahnya hingga menjadi bintang besar saat melawan Korsel.

"Sebelum bertanding, saya wajibkan seluruh pemain untuk menelepon ibunya dan keluarganya. Ini wajib. Doa restu orangtua dan seluruh warga negara Indonesia itulah yang bisa mengantarkan anak-anak meraih juara," kata Indra Sjafrie saat live show di TVOne, Senin (14/10) pagi.

Ya itulah yang terjadi. Di saat semua orang dan dunia sepakbola mengagungkan kehebatan fisik dan otak, justru Indra Sjafrie menggembleng alam bawah sadar dan mental anak-anak asuhnya. Dengan langkahnya yang brilian itu, ia seolah ingin mengatakan bahwa "Bersama Tuhan yang Mahabesar, kita ikut besar. Dan langkah pun menjadi mudah."

Dalam dunia psycho cybernetik, jika kita menyatakan sebuah keinginan (doa) dengan sungguh- sungguh, maka alam semesta akan mengirim sinyal-sinyal khusus untuk mengiringi niat itu hingga mewujud. Jika Indra Sjafrie berniat secara sungguh-sungguh agar anak asuhnya masuk piala dunia, insya Allah alam semesta akan membantu. Mari kita doakan dan aminkan bersama-sama.

Banjarmasin, 14 Oktober 2013

mental juara timnas U-19

DUA mimpi sudah terealisasi, masih ada satu mimpi lagi yang belum. Tak apa, saya yakin satu mimpi ini, suatu saat juga bakal terealisasi. Jadi, optimis saja. Saya optimistis karena untuk mewujudkan sebuah mimpi dibutuhkan keyakinan yang kuat. Bagi saya, mimpi tidak melulu diwujudkan melalui gerakan fisik, tapi juga olah spiritual. Justru kecerdasan dalam mengolah spiritual melalui gerakan bawah sadar inilah yang sangat memengaruhi terwujudnya mimpi.

Nah, untuk mendampingi satu mimpi saya yang BELUM mewujud ini, saya bikin satu mimpi lagi sebagai pendamping, biar hidup ini lebih indah. Bukankah mimpi itu indah? Dengan membuat mimpi, hidup lebih bergairah, karena selalu ada pengharapan. Dan tentu saja, kita lebih dekat kepadaNYA karena hanya atas izinnya mimpi itu bisa mewujud.


Baiklah, barusan saya berdebat dengan seorang teman yang menyebut dirinya golongan logis bin rasionalis. Baginya, mimpi tanpa tindakan fisik yang nyata (dan logis) hanyalah kesia-siaan. Jadi tidak akan bisa mewujud. Menurutnya, mimpi harus diiringi dengan tindakan nyata. Ia mencontohkan, jika ingin punya mobil, maka harus cari kerja sampingan karena gaji dari kantor tidak mencukupi.

Ya, itu bagus-bagus saja. Itu pendapat pribadinya, dan saya menghormatinya. Bagi saya, untuk mewujudkan mimpi tidak harus seperti itu. Ada banyak cara untuk mewujudkan mimpi. Contohnya,  jika ingin pergi ke Yogyakarta dari Banjarmasin, orang tidak harus naik Lion Air dan langsung turun ke Yogya. Tapi bisa naik Garuda turun Jakarta lalu pindah naik kereta api atau bus ke Yogya. Atau bisa turun Surabaya, Semarang atau Solo, lalu melanjutkan perjalanan ke Yogya menggunakan moda transportasi lain.Yang terpenting adalah, kita harus berani bermimpi dulu. Soal cara mewujudkannya, itu urusan belakangan. Soal bagaimana cara mimpi itu mewujud, itu urusan semesta.

Kalau Anda pernah baca buku Quantum Ikhlasnya Erbe Sentanu, tentu Anda akan paham bahwa Tuhan dan alam semesta bisa berdialog dengan manusia pada lingkup alam bawah sadar. Lalu bagaimana caranya? Bagaimana cara kita masuk ke alam bawah sadar kita? Caranya adalah dengan mengirim gambar-gambar. Ya, Anda hanya perlu mengirim gambar-gambar yang Anda inginkan (impikan) ke alam bawah sadar Anda. Dengan demikian, gambar yang tertanam secara jelas di alam bawah sadar Anda itulah yang akan direspons secara langsung (otomatis) oleh alam semesta. Mudah bukan?

Jika Anda ingin punya anak, rumah, mobil, atau keinginan yang lain, tempel gambar-gambar keinginan Anda itu di tempat-tempat yang sering Anda lihat. Bayangkan juga bahwa gambaran keinginan atau mimpi yang Anda inginkan itu adalah sama dengan gambar yang Anda tempel itu. Jangan lupa, bayangkan juga seolah-olah Anda sudah memilikinya.

Anda tak perlu memikirkan cara untuk mewujudkan mimpi Anda. Anda cukup membayangkan saja bahwa Anda sudah memiliki keinginan Anda. Biarlah "cara" untuk mewujudkan mimpi itu menjadi PR bagi alam semesta. Jika penggambaran Anda di alam bawah sadar Anda sangat jelas, maka Anda akan kaget pada saatnya nanti, alam semesta mengirimkan apa yang Anda inginkan itu melalui cara-cara yang tak pernah Anda duga sebelumnya. Selamat mencoba.  

Tentu saja ada banyak cara lain untuk mewujudkan mimpi. Salah satunya yang diajarkan oleh Ustadz Yusuf Mansyur. Menurutnya, kalau punya keinginan atau mimpi, maka harus banyak bersedekah. Nah lho. Cara ini jelas ditolak mentah-mentah oleh golongan rasionalis dan kudeta hati. halah. Bagaimana mungkin, ingin punya sesuatu justru harus keluar uang? Bagaimana bisa beli mobil kalau uangnya justru habis untuk sedekah? Bukankah justru ini bisa membuat labil ekonomi, halah (lagi). Logikanya gimana?

Ya, mereka lupa bahwa hidup ini tidak hanya bisa diselesaikan dengan logika. Ekstremnya lagi, bahwa hidup ini tidak hanya berwujud badan fisik saja, tapi juga ada ruh. Contohnya, meski seluruh anggota tubuh (badan) sudah mati dan tak berfungsi, tapi jika ruh masih bersemayam, maka ia masih disebut hidup. Contohnya, mantan PM Israel, Ariel Sharon. Ia koma selama tujuh tahun. Seluruh anggota badan fisiknya tak bisa berfungsi apa-apa, tapi ilmu kedokteran yang rasionalis bin logis itu menyebutnya masih hidup. Jadi, ia masih disebut HIDUP meski dengan organ tubuh yang nyaris tanpa fungsi. Fakta lain, selogis-logisnya orang, kalau sudah kepentok, pasti akan prembik-prembik, alias mengadu kepada Tuhan. (apakah menurutmu berdoa itu logis wahai para logiker?)

Yang saya pahami dari Ustadz YM ini, adalah bahwa mimpi atau keinginan itu urusan keyakinan. Maka, cara mewujudkannya harus melalui keyakinan (agama). Untuk mewujudkannya harus kembali kepada Tuhan melalui ajarannya, kitab suci. Lalu apa yang diajarkan Tuhan itu? Karena beragama Islam, maka pegangannya adalah Alquran dan para nabi.

"Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan. (QS Al Baqarah: 245)

"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS Al Baqarah: 261). Selain itu, Tuhan juga berjanji dalam QS: 6, 160, dimana Allah menjanjikan balasan 10 x lipat bagi mereka yang mau berbuat baik. Bahkan di dalam QS: 2, 261, Tuhan menjanjikan balasan sampai 700 x lipat.

Jika ingin membandingkan logika sedekah (logika quantum) berdasarkan ayat itu dengan logika matematika, begini caranya. Logika sedekah 10-1= 19. Lho kok bisa? Begini perhitungannya: 10-1=9. Tapi yang yang satu (yang disedekahkan) dikalikan 10=10. Maka hasilnya 9+10=19. Kalau logika matematika 10-1=9.

Sebagai ilustrasi, ada sebuah kisah nyata dari teman saya. Ada seorang ibu rumah tangga. Kehidupan ekonominya tak menentu. Pendek kata, ia hidup bersahaja, alias serbakekurangan. Yang membuat hidupnya indah adalah, ia punya mimpi. Mimpinya adalah ingin pergi ke Tanah Suci. Dari sisi logika, tentu keinginan itu sangat sulit dicapainya. Yang ia lakukan hanyalah berdoa dan menggambarkan (membayangkan) bahwa ia pergi ke Tanah Suci.

Pada suatu saat hari ada seekor burung hinggap di depan rumahnya. Warna dan kicauannya sangat cantik. Awalnya ia tidak memedulikannya. Bahkan ia sering mengusirnya, tapi ternyata burung itu kembali lagi. Hingga suatu saat ia menangkap burung itu dan memasukkannya ke dalam sangkar. Ia dengan ikhlas merawat burung itu.

Hingga suatu saat ada seseorang berhenti di depan rumahnya, dan melihat burung itu. Orang itu sangat tertarik dengan burung itu. Pokoknya jatuh hati banget hingga menimbulkan konspirasi hati. walah. Orang itu pun berniat memiliki burung itu. Kepada si ibu tadi, ia berniat membeli berapapun harganya. Tapi dengan lembut si ibu menolaknya. Ia hanya ingin merawat burung itu.

Berbagai upaya dilakukan orang tadi, tapi selalu ditolak.Hingga suatu saat orang itu bilang, berapapun harganya akan dibayar. Si ibu itu pun bilang bahwa ia tidak ingin uang, ia hanya ingin pergi ke Tanah Suci. Setelah berbincang, akhirnya dua keinginan itu terpecahkan. Si orang tadi bersedia membiayai si ibu tadi pergi ke Tanah Suci untuk berumrah. Subhanallah.

Begitulah kalau kita yakin dengan mimpi kita, tak perlu banyak cingcong, cukup bayangkan saja, dan yakini secara akut. Biar alam semesta yang memikirkan caranya mewujudkan keinginan (mimpi) itu kepada kita. Selamat mencoba, dan semoga bermanfaat.

Banjarmasin, 15 September 2013

bikin mimpi (lagi)

Anda pasti pernah mengamati teman, tetangga, atau orang lain yang sering beruntung dalam hidupnya, entah dalam pekerjaan, keluarga, atau bahkan dalam keberuntungan dalam memperoleh hadiah atau undian. Anehnya, keberuntungan itu sering menghampiri seseorang itu secara terus menerus.

Saya punya seorang teman yang selalu beruntung, dalam hal apapun. padahal dari segi kemampuannya, ia biasa-biasa saja. Bahkan dalam pekerjaan, ia bisa dinilai mendapat nilai yang kurang. Tapi anehnya, ia selalu mendapat kesempatan, bahkan karier yang cemerlang. Begitu juga dalam kehidupan keluarganya, dan bisnis sampingannya, ia selalu diliputi keberuntungan.



Menurut beberapa psikolog, sebenarnya kita mampu menciptakan keberuntungan kita sendiri. "Keberuntungan tergantung pada bagaimana Anda menyikapi hidup, dengan melihat usaha apa yang telah Anda sumbangkan bagi lingkungan sekitar Anda dan bagaimana Anda menyikapi masalah," jelas Carol Sansone,Ph.D, Profesor psikologi di Universitas Utah. Keberuntungan sebenarnya adalah hasil dari persepsi, karakter diri sendiri, pilihan dan tindakan kita. Semua itu ada di bawah kendali kita.

Ingin mencapai keberuntungan Anda? Sebenarnya ini sama mudahnya dengan mengubah perilaku Anda. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa orang-orang yang menganggap dirinya beruntung cenderung -meramalkan dirinya sendiri. Hal itu dikarenakan orang-orang yang berpikir positif biasanya memperhatikan kesempatan, dan mereka akan langsung menyambar kesempatan begitu datang.

Orang -orang yang kurang fleksibel cenderung melewatkan kesempatan karena terlalu fokus pada satu hal. Seorang Profesor Psikologi, Alizabeth Nutt Williams, Ph.D menyatakan bahwa mengeksplorasi kesempatan-kesempatan yang tak terlihat akan mengarahkan Anda ke dalam hasil yang berbeda dan tidak tak terduga, dan terkadang lebih baik untuk waktu yang lama.

Jika Anda ingin meraih keberuntungan Anda, maka ambil lebih banyak kesempatan, membangun hubungan dengan orang lain, dan berani menawarkan diri untuk menjadi pemimpin. Anda bisa meraih semua itu dengan percaya bahwa Anda dapat menyelesaikan apapun yang Anda kerjakan, walaupun penuh dengan risiko.

Bagaimana jika banyak kritik menyerbu Anda dan promosi pekerjaan yang tak pernah Anda dapatkan? Anda mungkin saja akan langsung menyerah atau mengubah ulang tujuan Anda. Jangan pernah memikirkan hal itu! Jika sesuatu tidak berjalan sesuai dengan rencana, maka Anda harus cepat memikirkan rencana selanjutnya. Orang-orang sukses tidak akan berhenti hanya karena hal-hal negatif terjadi dan rintangan menghadang. Mereka akan mengambil kesempatan lain di lain kesempatan.

Berpalinglah, perubahan itu bagus. Orang yang easygoing - membiarkan hidup mengalir saja dan senang hati menjalankan rutinitas sehari-hari, akan membuka diri seluas-luasnya untuk mengambil kesempatan dan menjumpai sesuatu yang datang begitu saja. Percayalah pada diri sendiri bahwa keberuntungan itu datang dari usaha Anda dan tidak datang begitu saja.

Orang bilang, hidup hanya sekali. Oleh karena itu kita diberi kesempatan untuk hidup sesuai yang kita inginkan. Ada dua kemungkinan dari sudut pandang tersebut. Kita mau hidup untuk bersenang-senang atau hidup sebaik mungkin.

Dalam hidup, kita bisa melakukan keduanya. Namun dalam satu kesempatan, kita hanya bisa melakukan salah satu di antaranya. Sesekali ego kita membuat kita ingin menikmati hidup. Mengapa harus begitu serius? Dunia ini menawarkan banyak hal yang indah dan menyenangkan.

Namun ada pula pribadi yang tak membiarkan dirinya mengalir seperti air begitu saja, karena ia tak mau terlena oleh keadaan. Oleh karena itu ia selalu berusaha hidup seimbang antara dunia dan spiritualnya.

Orang bilang, kebanyakan orang lebih memilih bersenang-senang daripada mengusahakan sebuah kebahagiaan. Ini adalah hidup Anda, apapun pilihan Anda sebaiknya dibekali tanggung jawab agar tak menyesal nantinya. Semoga bermanfaat dan bagikan tulisan ini pada mereka yang Anda sayangi. sumber: vemale.com

semoga bermanfaat
Banjarmasin, 25 Juli 2013

mencipta keberuntungan

- Copyright © miliarder - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -