Tampilkan postingan dengan label investasi. Tampilkan semua postingan
Banyak orang yang gajinya pas-pasan, atau punya uang sedikit lebih untuk ditabung, biasanya memilih membeli mobil secara kreditan. Selain berat menyediakan uang untuk pembelian secara cash, membayar secara angsuran tentu saja lebih ringan.
Nah, jika kita bicara soal kreditan, mau tidak mau harus bicara soal bank atau leasing yang biasa membayari mobil secara kreditan. Sebaiknya pilih mana? Tentu saja ada plus minus kedua lembaga ini. Yang jelas, dua lembaga ini memang kini sedang jor joran menggaet nasabah. Mereka bersaing dengan menawarkan program yang menggiurkan, mulai dari bunga yang ringan, hadiah menarik, hingga waktu cicilan yang panjang.
Bagi calon pembeli mobil, tentu saja bisa memilih sesuai selera masing-masing. Tapi, sebaiknya memilih bank atau leasing yang benar-benar kredibel agar tidak bermasalah di kemudian hari.
Pelajari secara teliti klausul yang ditetapkan oleh dua lembaga ini saat deal. Karena jika tidak hati-hati, calon pembeli mobil bisa terjebak. Apalagi jika kreditnya bermasalah, tentu saja mobil yang telah dibeli bisa disita.
Jika Anda lebih percaya bank, tentu ada sisi positifnya, karena biasanya bunganya lebih ringan. Tapi perlu diingat, utang di bank biasanya prosesnya lebih rumit dan bertele-tele. Bagi orang yang malas mengurus ini dan itu, saya sarankan tidak menggunakan jasa bank. Berdasarkan pengalaman pribadi utang di bank, mereka meminta segala macam syarat yang menyiksa, mulai dari surat keterangan penghasilan (dari kelurahan dan kecamatan bagi yang kerja wiraswasta, atau surat keterangan dari kantor bagi yang bekerja kantoran).
Biasanya orang yang mau utang lewat jalur bank diminta mengurus sendiri. Setelah persyaratan beres, pihak bank akan melakukan survey. Mereka akan mengirimkan petugas apraisal untuk menilai layak tidaknya calon pengutang. Petugas ini sangat teliti. Mereka akan mendatangi rumah dan memeriksa berkas-berkas yang kita ajukan. Tak hanya itu, mereka juga meminta rekening PDAM atau listrik, dan memotret rumah dan mobil yang akan kita beli.
Sedikit saja ada masalah, atau ketidakcocokan data, mereka akan mencecar dengan aneka pertanyaan. Jika menjawabnya gelagapan, sudah pasti kita akan dicoret sebagai calon nasabah mereka.
Nah, jika kita memilih leasing, tentu lebih longgar syaratnya. Pasalnya, leasing ini sedang butuh banyak nasabah untuk memutar uang mereka. Mereka memang fokus mencari nasabah yang ingin kredit mobil atau motor. Tentu mereka tak mau gegabah melepas calon klien karena persaingan antarleasing begitu ketat.
Berdasarkan pengalaman pribadi (halah), membeli mobil lewat jasa leasing memang lebih mudah. Apalagi jika Anda membayar uang muka alias DP yang lumayan besar, tentu mereka makin giat mendekati calon nasabah. Untuk diketahui, biasanya mereka mempersyaratkan uang muka atau DP minimal 30 persen. Besaran DP 30 persen ini adalah syarat dari pemerintah.
Contohnya, saat kami mengajukan kredit pembelian Honda Jazz ke BCA Finance. Harganya Rp 125 juta. Kami memberi uang muka Rp 50 juta ke showroom mobil. Saat itu kami sedang sibuk sekali dan tak punya waktu mengurus pengajuan kredit karena istri baru saja melahirkan. Kami cukup terbantu karena petugas leasing mau menjemput bola ke rumah kami dan bersedia menguruskan banyak hal yang dibutuhkan.
Kami dibawakan formulir petugas leasing ke rumah kami untuk diisi dan ditandatangani. Jadi kami tidak perlu datang ke kantor leasing. Bahkan kami tidak tahu dimana alamat leasing saat itu. Karena kami sangat sibuk saat itu, kami hanya tanya alamat kantornya dan mengecek petugas itu. Itupun kami lakukan setelah semua beres alias deal. Tentu kami tidak merekomendasikan Anda untuk mencontoh hal ini, karena berbahaya.
Kami cukup mengisi formulir yang disodorkan dan menyiapkan beberapa syarat yang dibutuhkan, seperti rekening pembayaran PDAM, slip gaji, fotocopy kartu keluarga, KTP dan beberapa lembar materai. Kebetulan semua syarat itu sudah ada di rumah, karena memang kami menerima semua syarat itu tiap bulan baik dari kantor maupun saat membayar PDAM. Bahkan slip gaji yang kami gunakan adalah slip bulan sebelumnya. Mereka juga tidak memerlukan surat keterangan kerja dan SK dari kantor tempat kami bekerja.
Jadi, proses pengajuan kredit mobil di BCA Finance itu cukup kami lakukan selama kurang lebih dua jam saja, dan enaknya lagi dilakukan di rumah. Bahkan, petugas leasing ini juga mau membukakan kami rekening kami di Bank BCA, jadi kami cukup tanda tangan buku rekening di rumah, tak perlu antre di BCA. Selebihnya petugas leasing yang aktif menelepon kami.
Jadi, proses pengajuan kredit mobil di BCA Finance itu cukup kami lakukan selama kurang lebih dua jam saja, dan enaknya lagi dilakukan di rumah. Bahkan, petugas leasing ini juga mau membukakan kami rekening kami di Bank BCA, jadi kami cukup tanda tangan buku rekening di rumah, tak perlu antre di BCA. Selebihnya petugas leasing yang aktif menelepon kami.
Bicara jangka waktu, ini ada simulasi itung-itungan yang saya ambil dari Tribunnews.com. Jangka waktu kredit ini erat kaitannya dengan bunga kredit. Di BCA Finance suku bunga 4,18 persen untuk tenor 1 tahun, 4,68 persen 2 tahun, 4,88 persen 3 tahun dan seterusnya. Contoh, kredit Toyota Agya tipe G A/T dengan harga Rp 106,65 juta dengan masa kredit 1 tahun.
Berarti, untuk DP dikenakan Rp 31,995 juta (aturan pemerintah 30 persen), plus asuransi all risk, angsuran pertama, provisi, administrasi, dan polis, jadi total down payment (TDP) menjadi Rp 42,999,025. Untuk cicilan tiap bulannya dikenakan Rp 6,481 juta. Nah, jika Anda ingin agar angsuran bulanan ringan, tentu Anda harus membayar DP yang lebih besar bukan?
Ada satu hal lagi yang tidak bisa kita lupakan saat membeli mobil lewat leasing. Biasanya kita diwajibkan membayar asuransi untuk melindungi mobil yang kita beli. Lama asuransi ini, biasanya bersamaan dengan masa pelunasan kredit. Di sini, konsumen diberikan pilihan sebagai rekanan dari pemberi kredit dan pilih yang sudah punya nama.
Jenis asuransi ada dua, yakni total lost only (TLO) dan all risk. Untuk TLO, hanya menanggung jika mobil hilang, sedangkan all risk menanggung semua kejadian. Tentu saja biaya premi asuransi all risk lebih mahal karena asuransi akan menanggung semua risiko, mulai dari mobil lecet hingga remuk akibat tabrakan, atau hilang sekalipun. Akibatnya, angsuran bulanan yang harus kita keluarkan tentu saja lebih besar. Berdasarkan perhitungan, selisih angsuran bulanannya bisa sampai Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu.
Biasanya leasing meminta kita mengambil asuransi all risk. Tapi sebetulnya kita bisa nego, seperti yang kami lakukan. Kami menggunakan asuransi gabungan, yaitu TLO dan all risk. Jadi yang satu tahun pertama menggunakan all risk, dan tahun berikutnya menggunakan TLO. Keuntungannya, angsuran tahun kedua kami lebih ringan karena premi asuransi TLO lebih murah. Tinggal kita sendiri yang harus berhati-hati menjaga mobil agar tidak lecet atau rusak karena tabrakan, hehehe.
Demikian tips membeli mobil kreditan kali ini, semoga bermanfaat.
Banjarmasin, 15 November 2013
cara mudah kredit mobil, lewat bank atau leasing?
Saya sering mempertanyakan hal ini kepada diri saya sendiri. Lalu, saya coba mencari jawaban dari senior-senior saya yang telah pensiun. Jawabannya tidak perlu saya sharing di sini, karena saya yakin Anda sudah paham maksud saya.
Bagi Anda yang bekerja di perusahaan yang bisa menjamin masa depan karyawannya yang telah purnatugas, Anda bisa bersyukur karena masalah pensiun tidak akan menjadi masalah. Beberapa perusahaan besar memang tidak memberi uang pensiun bulanan, tapi memberi uang pesangon dalam jumlah yang cukup besar sehingga bisa dipakai untuk menyambung hidup, bahkan membuka usaha baru. Begitu juga dengan PNS, pasti sudah punya dana pensiun.
Nah, bagi karyawan yang tidak jelas dana pensiunnya, tentu harus segera mengambil langkah konkret. Kita tidak bisa hanya menunggu saja. Kita juga tidak boleh hanya bisa mengeluh sampai waktu pensiun benar-benar datang. Dan saat waktu pensiun tiba, kita tidak bisa berbuat apa-apa karena umur sudah menjelang, dan modal usaha tidak ada alias nihil.
Lalu, apa yang harus kita lakukan? Panik, cuek, sigap bergerak, pindah kerjaan, merencanakan sesuatu, menabung, berinvestasi, bikin side job, jualan, ikut asuransi dana pensiun, dan lain-lain. Melakukan langkah kecil tapi konkret menurut saya bisa menyelamatkan masa pensiun Anda. Kita bisa mulai melakukan investasi kecil-kecilan. Hal ini bisa dilakukan dengan cara menyisihkan sebagian kecil dari penghasilan kita saat ini. Tak perlu muluk-muluk, cukup beberapa ratus ribu rupiah saja per bulan. Jika kita konsisten, insya Allah bisa dijadikan bekal saat pensiun nanti.
Saat ini, saya mencoba menyisihkan uang gaji saya dan istri tiap bulan. Investasi emas dan properti adalah pilihan kami. Jumlah yang saya keluarkan tiap bulan tidak terlalu besar, tapi insya Allah nilai investasi yang saya tanamkan akan berlipat ganda saat saya pensiun nanti. Investasi di bidang ini saya pilih ketimbang menambung. Karena biasanya pegawai dengan gaji pas-pasan tidak akan pernah bisa menabung.
Kami memilih investasi di emas dan properti karena harga dua produk ini terkenal paling bagus dan mudah mengelolanya. Selain itu, harga dua produk ini sangat jarang turun. Kalaupun turun harga, paling hanya terjadi pada saat tertentu, setelah itu biasanya harganya melejit lagi. Keuntungan lain, properti bisa disewakan sehingga ada kemungkinan kita bisa mengangsur aset kita ini menggunakan dana pihak lain. Bahkan, emas juga bisa digadaikan, dimana uangnya bisa digunakan sebagai modal usaha. Keuntungan lain, harga emas dan properti pasti akan naik berkali lipat saat angsurannya lunas pada saatnya nanti.
Tak hanya saya dan istri, kami juga melibatkan anak kami untuk ikut investasi. Kami memang sengaja mengajari anak kami untuk latihan investasi sejak dini. Caranya, kami membeli emas batangan dengan sistem angsuran di bank. Caranya, anak kami menyisihkan uang sakunya tiap hari. Setelah terkumpul tiap bulan, lalu kami setorkan ke bank tempat kami mengambil cicilan emas itu.
Untuk tahap awal, kami mengambil emas batangan (emas antam) yang 25 gram. Cicilannya lumayan murah, hanya Rp 350 ribu per bulan. Anak kami menyisihkan uang sakunya Rp 5.000 tiap hari. Setelah terkumpul Rp 150 ribu per bulan, lalu kami genapi hingga Rp 350 ribu. Lumayan, dua tahun yang akan datang cicilan emas itu lunas, dan akan kami lanjutkan untuk cicilan emas yang berikutnya. Harapannya, emas itu bisa digunakan untuk membiayai anak kami mulai dari masuk SMP hingga kuliah nanti. Aamiin...
Perencana keuangan Prita Hapsari Ghozie dalam kompas.com mengatakan, orang Indonesia pandai menyisihkan uang tapi kebanyakan salah tempat. Kesalahan mengalokasikan dana umumnya terdapat pada tabungan. Kebanyakan orang mengandalkan tabungan untuk simpanan hari tua juga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kesalahan umum lainnya adalah membayar polis asuransi namun tak memahami tujuannya. Alhasil uang yang semestinya bisa dimaksimalkan untuk investasi yang lebih menguntungkan, mengalir ke dana asuransi yang tak jelas tujuan finansialnya.
Prita mengatakan, menabung tak cukup untuk memenuhi kebutuhan di hari tua. Menurutnya, 50 persen orang tidak bisa membedakan antara simpanan, tabungan, dan investasi. Masalah keuangan kemudian muncul bukan hanya karena minimnya tabungan, tapi juga disebabkan oleh gaya hidup tinggi dan kebiasaan berutang. Sekitar 30 persen orang memiliki gaya hidup tinggi dan 18 persen hobi berutang.
Dengan berbagai masalah keuangan dan salah tempat alokasi dana inilah, banyak orang tak mampu mewujudkan sejumlah impiannya. Seperti memiliki rumah, dana pendidikan anak, dana pensiun, juga kesempatan berlibur,
Mengenai asuransi, kesalahan yang paling umum dilakukan adalah membeli asuransi dengan premi yang tidak sesuai kemampuan finansial. Rata-rata orang Indonesia menghabiskan 20 persen dari gaji bulanannya untuk premi asuransi. Padahal, semestinya alokasi dana untuk premi asuransi hanya lima persen dari gaji.
"Yang paling penting dari asuransi adalah nasabah tahu mau apa dengan asuransi tersebut. Tidak mungkin semua asuransi dimiliki, jadi memang harus memilih," sarannya.
Prita melanjutkan banyaknya polis asuransi yang dimiliki karena mudah tergoda tawaran lantaran minimnya pengetahuan. Termasuk asuransi yang masuk dalam tagihan kartu kredit. Boleh saja membeli asuransi yang ditawarkan asal jelas tujuannya sesuai kebutuhan dan kemampuan. Termasuk asuransi yang masuk tagihan kartu kredit karena bagi sebagian orang ini membantu membayar bulanan. Namun pastikan Anda membayar lunas tagihan kartu kredit bukan membayar minimum payment karena itu sama saja berasuransi dengan berutang.
Nah, silakan teman-teman pilih jenis investasi atau usaha yang Anda sukai untuk mempersiapkan masa depan Anda dan keluarga, dan persiapan memasuki masa pensiun. Ada satu tips lagi untuk Anda. Jika saat ini Anda merokok satu bungkus tiap hari, kurangilah setengahnya. Jika harga rokok saat ini rata-rata di atas Rp 10 ribu, Anda bisa menyisihkan uang rokok yang merusak kesehatan itu untuk masa pensiun Anda. Lumayan, jika Anda menyisihkan uang setidaknya Rp 5.000 per hari dari uang rokok Anda, Anda bisa membeli emas batangan 10 gram di bank menggunakan sistem angsuran. Efeknya, Anda bisa punya emas batangan dalam beberapa bulan ke depan, dan bisa mengurangi asupan penyakit ke tubuh Anda akibat asap rokok. Dan saya, Alhamdulilah ini sudah bulan ke-11 saya meninggalkan Lucky Strike. hehehe...
demikian masbrow, semoga bermanfaat
Kompleks Kenaungan, Banjarmasin
10 Juni 2013
Bagi Anda yang bekerja di perusahaan yang bisa menjamin masa depan karyawannya yang telah purnatugas, Anda bisa bersyukur karena masalah pensiun tidak akan menjadi masalah. Beberapa perusahaan besar memang tidak memberi uang pensiun bulanan, tapi memberi uang pesangon dalam jumlah yang cukup besar sehingga bisa dipakai untuk menyambung hidup, bahkan membuka usaha baru. Begitu juga dengan PNS, pasti sudah punya dana pensiun.
Nah, bagi karyawan yang tidak jelas dana pensiunnya, tentu harus segera mengambil langkah konkret. Kita tidak bisa hanya menunggu saja. Kita juga tidak boleh hanya bisa mengeluh sampai waktu pensiun benar-benar datang. Dan saat waktu pensiun tiba, kita tidak bisa berbuat apa-apa karena umur sudah menjelang, dan modal usaha tidak ada alias nihil.
Lalu, apa yang harus kita lakukan? Panik, cuek, sigap bergerak, pindah kerjaan, merencanakan sesuatu, menabung, berinvestasi, bikin side job, jualan, ikut asuransi dana pensiun, dan lain-lain. Melakukan langkah kecil tapi konkret menurut saya bisa menyelamatkan masa pensiun Anda. Kita bisa mulai melakukan investasi kecil-kecilan. Hal ini bisa dilakukan dengan cara menyisihkan sebagian kecil dari penghasilan kita saat ini. Tak perlu muluk-muluk, cukup beberapa ratus ribu rupiah saja per bulan. Jika kita konsisten, insya Allah bisa dijadikan bekal saat pensiun nanti.
Saat ini, saya mencoba menyisihkan uang gaji saya dan istri tiap bulan. Investasi emas dan properti adalah pilihan kami. Jumlah yang saya keluarkan tiap bulan tidak terlalu besar, tapi insya Allah nilai investasi yang saya tanamkan akan berlipat ganda saat saya pensiun nanti. Investasi di bidang ini saya pilih ketimbang menambung. Karena biasanya pegawai dengan gaji pas-pasan tidak akan pernah bisa menabung.
Kami memilih investasi di emas dan properti karena harga dua produk ini terkenal paling bagus dan mudah mengelolanya. Selain itu, harga dua produk ini sangat jarang turun. Kalaupun turun harga, paling hanya terjadi pada saat tertentu, setelah itu biasanya harganya melejit lagi. Keuntungan lain, properti bisa disewakan sehingga ada kemungkinan kita bisa mengangsur aset kita ini menggunakan dana pihak lain. Bahkan, emas juga bisa digadaikan, dimana uangnya bisa digunakan sebagai modal usaha. Keuntungan lain, harga emas dan properti pasti akan naik berkali lipat saat angsurannya lunas pada saatnya nanti.
Tak hanya saya dan istri, kami juga melibatkan anak kami untuk ikut investasi. Kami memang sengaja mengajari anak kami untuk latihan investasi sejak dini. Caranya, kami membeli emas batangan dengan sistem angsuran di bank. Caranya, anak kami menyisihkan uang sakunya tiap hari. Setelah terkumpul tiap bulan, lalu kami setorkan ke bank tempat kami mengambil cicilan emas itu.
Untuk tahap awal, kami mengambil emas batangan (emas antam) yang 25 gram. Cicilannya lumayan murah, hanya Rp 350 ribu per bulan. Anak kami menyisihkan uang sakunya Rp 5.000 tiap hari. Setelah terkumpul Rp 150 ribu per bulan, lalu kami genapi hingga Rp 350 ribu. Lumayan, dua tahun yang akan datang cicilan emas itu lunas, dan akan kami lanjutkan untuk cicilan emas yang berikutnya. Harapannya, emas itu bisa digunakan untuk membiayai anak kami mulai dari masuk SMP hingga kuliah nanti. Aamiin...
Perencana keuangan Prita Hapsari Ghozie dalam kompas.com mengatakan, orang Indonesia pandai menyisihkan uang tapi kebanyakan salah tempat. Kesalahan mengalokasikan dana umumnya terdapat pada tabungan. Kebanyakan orang mengandalkan tabungan untuk simpanan hari tua juga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kesalahan umum lainnya adalah membayar polis asuransi namun tak memahami tujuannya. Alhasil uang yang semestinya bisa dimaksimalkan untuk investasi yang lebih menguntungkan, mengalir ke dana asuransi yang tak jelas tujuan finansialnya.
Prita mengatakan, menabung tak cukup untuk memenuhi kebutuhan di hari tua. Menurutnya, 50 persen orang tidak bisa membedakan antara simpanan, tabungan, dan investasi. Masalah keuangan kemudian muncul bukan hanya karena minimnya tabungan, tapi juga disebabkan oleh gaya hidup tinggi dan kebiasaan berutang. Sekitar 30 persen orang memiliki gaya hidup tinggi dan 18 persen hobi berutang.
Dengan berbagai masalah keuangan dan salah tempat alokasi dana inilah, banyak orang tak mampu mewujudkan sejumlah impiannya. Seperti memiliki rumah, dana pendidikan anak, dana pensiun, juga kesempatan berlibur,
Mengenai asuransi, kesalahan yang paling umum dilakukan adalah membeli asuransi dengan premi yang tidak sesuai kemampuan finansial. Rata-rata orang Indonesia menghabiskan 20 persen dari gaji bulanannya untuk premi asuransi. Padahal, semestinya alokasi dana untuk premi asuransi hanya lima persen dari gaji.
"Yang paling penting dari asuransi adalah nasabah tahu mau apa dengan asuransi tersebut. Tidak mungkin semua asuransi dimiliki, jadi memang harus memilih," sarannya.
Prita melanjutkan banyaknya polis asuransi yang dimiliki karena mudah tergoda tawaran lantaran minimnya pengetahuan. Termasuk asuransi yang masuk dalam tagihan kartu kredit. Boleh saja membeli asuransi yang ditawarkan asal jelas tujuannya sesuai kebutuhan dan kemampuan. Termasuk asuransi yang masuk tagihan kartu kredit karena bagi sebagian orang ini membantu membayar bulanan. Namun pastikan Anda membayar lunas tagihan kartu kredit bukan membayar minimum payment karena itu sama saja berasuransi dengan berutang.
Nah, silakan teman-teman pilih jenis investasi atau usaha yang Anda sukai untuk mempersiapkan masa depan Anda dan keluarga, dan persiapan memasuki masa pensiun. Ada satu tips lagi untuk Anda. Jika saat ini Anda merokok satu bungkus tiap hari, kurangilah setengahnya. Jika harga rokok saat ini rata-rata di atas Rp 10 ribu, Anda bisa menyisihkan uang rokok yang merusak kesehatan itu untuk masa pensiun Anda. Lumayan, jika Anda menyisihkan uang setidaknya Rp 5.000 per hari dari uang rokok Anda, Anda bisa membeli emas batangan 10 gram di bank menggunakan sistem angsuran. Efeknya, Anda bisa punya emas batangan dalam beberapa bulan ke depan, dan bisa mengurangi asupan penyakit ke tubuh Anda akibat asap rokok. Dan saya, Alhamdulilah ini sudah bulan ke-11 saya meninggalkan Lucky Strike. hehehe...
demikian masbrow, semoga bermanfaat
Kompleks Kenaungan, Banjarmasin
10 Juni 2013
cukupkah dana pensiun kita?
Posted by : Unknown
0 Comments

Setelah mengetahui sistem kerja kebun emas, mari kita mencoba hitung-hitungannya, apakah sistem ini cukup menguntungkan atau tidak. Sebelumnya, mari kita kupas faktanya dulu. Inti dari berkebun emas adalah membeli emas menggunakan dana dari bank, lalu kita menahan emas itu, dan kita jual kembali saat harga emas naik.
Artinya, kebun emas bisa dipanen jika harga emas naik. Berdasarkan hitung-hitungan kebun emas, kenaikannya tidak tanggung-tanggung, harus lebih dari 30 persen per tahun. Lalu bagaimana cara menggunakan uang bank untuk membeli emas kita. Caranya dengan sistem gadai.
Berdasarkan data rujukan pada pertengahan tahun 2011, bahwa biaya gadai di bank syariah ditentukan sebesar Rp 3.000-6.000/gram. Biaya gadai ini menyesuaikan harga emas. Jika harga emas naik, biaya penitipan ikut naik.
Contohnya: jika harga emas Antam/LM sebesar Rp 374.000 per gram, artinya kita harus mengeluarkan biaya titip sebesar Rp 3.000/374.000 = 0.8 % per bulan = 9.62% per tahun.
Jadi kalo kenaikan harga emas lebih dari 9.62% (contoh pada Juni 2011), maka investasi Anda berhasil.
Tapi ingat, perhitungan itu belum termasuk selisih harga jual dan harga beli emas yang berlaku atau yang ditetapkan bank (pegadaian). Berdasarkan pengalaman, selisih antara harga jual dan harga beli emas Antam lumayan tinggi. Berikut perhitungannya, jika harga (jual) emas Antam ditetapkan Rp 374.000, harga beli (buy back) hanya ditetapkan sebesar Rp 360.000
per gram. Artinya terjadi selisih sebesar Rp 14 ribu/ gram. Jadi, jika Anda menggeluti kebun emas ini, silakan menghitung kembali selisih harga jual dan harga beli yang cukup mencolok ini.
Selain perhitungan selisih harga jual dan beli itu, kita juga harus memperhitungkan hal lain. Bahwa kenaikan harga emas yang 30 persen itu harus terjadi selama masa gadai. Berdasarkan pengalaman saya, bahwa jangka waktu gadai emas di bank syariah (saya pernah konsultasi di BNI Syariah), bahwa jangka waktu gadai emas itu hanya empat bulan, dan bisa diperpanjang sebanyak tiga kali, alias satu tahun.
Artinya, Jika selama masa gadai tidak terjadi kenaikan harga emas (lebh dari 30 persen), jelas kita tidak akan bisa memanen emas. Celakanya lagi, kita tetap terkena beban penitipan emas di bank. Padahal biaya penitipan emas ini lumayan besar.
Tabloid Kotan juga pernah mengupas sistem kebun emas Rulli Kusnandar ini. Meskipun tampak menggiurkan, metode Rulli ini bukan tanpa risiko. Investor hanya bisa mengantongi untung kalau harga emas naik selama anda menggadaikan emas. Kalau terpaksa menjual koleksi emas di lemari gadai bank atau pegadaian ketika harganya turun, Anda akan kehilangan potensi keuntungan, padahal telah mengeluarkan biaya gadai. Karena itu, Rulli mengingatkan anda harus tahan menggadaikan emas ini dalam jangka panjang. "Ini memang bukan untuk spekulasi, " tegas dia.
Perencana keuangan Ligwina Poerwo Hananto mengatakan, investor yang tertarik mengikuti metode Berkebun emas ini harus benar-benar menimbang pengahasilan dan rasio likuiditas keuangan rumah tangga terlebih dahulu. Sebab, investor tak bisa asal main tebus emas di bank ketika sedang butuh dana tunai.
Agar bisa menambah bibit-bibit emas selanjutnya Ligwina menyarankan, investor harus memiliki penghasilan yang sehat. "Pengembalian pinjaman dan biaya menambah emas tidak boleh lebih dari 30% penghasilan," imbuhnya.
Begitu pula dengan rasio likuiditas. Menurut dia, sebelum menjadi petani emas, investor harus mengamankan rasio likuiditas terlebih dahulu. "Keluarga dengan dua orang anak minimal harus punya dana cadangan 12 kali penghasilan," kata CEO QM Financial ini.
Namun, Ligwina mengakui, investasi emas memang lebih likuid ketimbang properti atau tanah. Selain itu, dia bilang investor tak perlu menyediakan biaya tambahan seperti biaya perawatan rumah bagi yang berinvestasi di properti.
Nah, itulah kurang lebih kupasan tentang investasi berkebun emas yang saya ketahui. Jika Anda ingin menggelutinya, silakan memperhitungkannya secara cermat. Jangan langsung memutuskan berkebun emas usai membaca news letter kebun emas yang memang dibuat penuh propaganda.
good luck,
Kompleks Kenaungan
Banjarmasin, 25 Mei 2013


