Tampilkan postingan dengan label rumah kehidupan. Tampilkan semua postingan
"Apakah Korsel pernah juara dunia, belum pernah, bukan? Sampaikan ke Korsel, kami siap mengalahkan mereka pada tanggal 12 Oktober nanti." Itulah yang diucapkan Indra Sjafrie kepada sindonews.com sebelum pertandingan melawan Korsel pada partai puncak Timnas Indonesia U- 19 melawan Korsel.
Dan benar. Melalui perjuangan tanpa kenal lelah, Evan Dimas dan kawan-kawan berhasil menghentikan langkah 12 kali juara Asia itu. Luar biasa.
Itulah yang terjadi pada Timnas Indonesia U-19 saat ini. Dengan sentuhan pelatih bertangan dingin namun sangat santun itu, Indonesia untuk pertama kalinya berhasil masuk jajaran elit kesebelasan di Asia. Kini, Indra Sjafrie belum mau berhenti. Ia bahkan terus mengobarkan semangat, memperbarui mimpinya untuk bisa masuk pada Piala Dunia berikutnya.
Mungkin apa yang dilakukan Indra Sjafrie itu merupakan hal biasa yang dilakukan oleh sang pelatih untuk mengobarkan semangat juang anak asuhnya. Tapi kalau dicermati, pelatih yang kini tinggal di Yogyakarta ini agak lain. Ia tak sekadar memoles fisik dan skill Evan Dimas dan kawan-kawan, tapi juga memperbaiki spirit mereka.
Pelatih asal Padang ini tahu betul bahwa impian tidak bisa diraih hanya melalui skill dan perjuangan fisik saja. Lebih dari itu harus melibatkan spirit dari dalam. Bahkan kalau boleh dibilang, pelatih ini justru memberi porsi lebih besar terhadap kehidupan spiritual anak asuhnya. Ia mengajak anak asuhnya juga memperbaiki alam bawah sadarnya. Menurutnya, mental juara (spirit) itu sangat penting ketimbang skill fisik.
"Bagaimana kita bisa mengalahkan Korea Selatan kalau mental kita selalu di bawah Korsel. Saya dibilang sombong saat mencanangkan target mengalahkan Korsel. Nyatanya bisa. Sekarang, apa saya akan dibilang sombong lagi kalau punya cita-cita masuk piala dunia," kata Indra Sjafrie dalam sebuah wawancara di televisi.
Spirit Indra Sjafrie memang luar biasa. Coba simak apa yang terjadi pada Jndra jelang peluit babak kedua pertandingan timnas U-19 melawan Laos. Ia sempat gusar bukan main. Pada babak pertama pertandingan itu, anak asuhnya bermain tanpa irama. Tak tampak permainan satu dua sentuhan, seperti pada pertandingan AFFsebelumnya.
Di pinggir lapangan, Indra Sjafrie terlihat begitu sebal. Mimiknya tegang, lantaran anak-anak asuhnya begitu mudah kehilangan bola. Beruntung, dewi fortuna berada di pundak timnas. Lewat tandukan Muchlis Hadi, timnas berhasil menceploskan satu gol sebelum wasit meniupkan jeda.
Di ruang ganti, kala timnas beristirahat, Indra Sjafri pun langsung murka, lantaran permainan memble anak-anaknya. "Kalian sudah puas juara AFF? Kalian tak mau lolos Piala Asia?" kata Indra yang marah sambil memecut asa para pemain timnas.
Pecutan semangat dari Indra itu ternyata berhasil mengoyak kembali asa timnas. Pada babak kedua, Garuda Jaya bermain lebih trengginas. Hasilnya, tiga gol tambahan berhasil disarangkan timnas ke jala Laos. Dan 4-0 untuk hasil akhir pertandingan itu.
Ya, melatih anak-anak muda minim pengalaman sangatlah sulit dilakukan. Awalnya banyak yang meragukan karena tak satu pun pemain Timnas U-19 yang sudah "punya nama". Mereka benar- benar pemain-pemain baru di kancah persepakbolaan nasional. Tapi bagi Kepala Kantor Pos ini, tak ada yang tidak mungkin. Menurutnya, selain bola itu bundar, tak ada yang tak bisa dikalahkan di dunia ini kecuali Tuhan. Tak heran, dengan kondisi spiritual pelatih yang mumpuni ini, Timnas Indonesia mampu menekuk juara bertahan Korsel. Didikan fisik dan mental yang jitu ini tak heran mampu membuat mental Garuda Muda yang minim pengalaman ini berhasil mencapai prestasi maksimal.
Dengan gemblengan khusus itu, tak heran perilaku anak-anak Timnas U-19 tetap santun meskipun telah meraih tiket bergengsi di Piala Asia. Contohnya sang Kapten Evan Dimas yang tetap saja santun terhadap sang ibu. Evan Dimas sendiri mengatakan bahwa doa ibu adalah segalanya. Doa ibundanya itulah yang mengiringi langkahnya hingga menjadi bintang besar saat melawan Korsel.
"Sebelum bertanding, saya wajibkan seluruh pemain untuk menelepon ibunya dan keluarganya. Ini wajib. Doa restu orangtua dan seluruh warga negara Indonesia itulah yang bisa mengantarkan anak-anak meraih juara," kata Indra Sjafrie saat live show di TVOne, Senin (14/10) pagi.
Ya itulah yang terjadi. Di saat semua orang dan dunia sepakbola mengagungkan kehebatan fisik dan otak, justru Indra Sjafrie menggembleng alam bawah sadar dan mental anak-anak asuhnya. Dengan langkahnya yang brilian itu, ia seolah ingin mengatakan bahwa "Bersama Tuhan yang Mahabesar, kita ikut besar. Dan langkah pun menjadi mudah."
Dalam dunia psycho cybernetik, jika kita menyatakan sebuah keinginan (doa) dengan sungguh- sungguh, maka alam semesta akan mengirim sinyal-sinyal khusus untuk mengiringi niat itu hingga mewujud. Jika Indra Sjafrie berniat secara sungguh-sungguh agar anak asuhnya masuk piala dunia, insya Allah alam semesta akan membantu. Mari kita doakan dan aminkan bersama-sama.
Banjarmasin, 14 Oktober 2013
Dan benar. Melalui perjuangan tanpa kenal lelah, Evan Dimas dan kawan-kawan berhasil menghentikan langkah 12 kali juara Asia itu. Luar biasa.
Itulah yang terjadi pada Timnas Indonesia U-19 saat ini. Dengan sentuhan pelatih bertangan dingin namun sangat santun itu, Indonesia untuk pertama kalinya berhasil masuk jajaran elit kesebelasan di Asia. Kini, Indra Sjafrie belum mau berhenti. Ia bahkan terus mengobarkan semangat, memperbarui mimpinya untuk bisa masuk pada Piala Dunia berikutnya.
Mungkin apa yang dilakukan Indra Sjafrie itu merupakan hal biasa yang dilakukan oleh sang pelatih untuk mengobarkan semangat juang anak asuhnya. Tapi kalau dicermati, pelatih yang kini tinggal di Yogyakarta ini agak lain. Ia tak sekadar memoles fisik dan skill Evan Dimas dan kawan-kawan, tapi juga memperbaiki spirit mereka.
Pelatih asal Padang ini tahu betul bahwa impian tidak bisa diraih hanya melalui skill dan perjuangan fisik saja. Lebih dari itu harus melibatkan spirit dari dalam. Bahkan kalau boleh dibilang, pelatih ini justru memberi porsi lebih besar terhadap kehidupan spiritual anak asuhnya. Ia mengajak anak asuhnya juga memperbaiki alam bawah sadarnya. Menurutnya, mental juara (spirit) itu sangat penting ketimbang skill fisik.
"Bagaimana kita bisa mengalahkan Korea Selatan kalau mental kita selalu di bawah Korsel. Saya dibilang sombong saat mencanangkan target mengalahkan Korsel. Nyatanya bisa. Sekarang, apa saya akan dibilang sombong lagi kalau punya cita-cita masuk piala dunia," kata Indra Sjafrie dalam sebuah wawancara di televisi.
Spirit Indra Sjafrie memang luar biasa. Coba simak apa yang terjadi pada Jndra jelang peluit babak kedua pertandingan timnas U-19 melawan Laos. Ia sempat gusar bukan main. Pada babak pertama pertandingan itu, anak asuhnya bermain tanpa irama. Tak tampak permainan satu dua sentuhan, seperti pada pertandingan AFFsebelumnya.
Di pinggir lapangan, Indra Sjafrie terlihat begitu sebal. Mimiknya tegang, lantaran anak-anak asuhnya begitu mudah kehilangan bola. Beruntung, dewi fortuna berada di pundak timnas. Lewat tandukan Muchlis Hadi, timnas berhasil menceploskan satu gol sebelum wasit meniupkan jeda.
Di ruang ganti, kala timnas beristirahat, Indra Sjafri pun langsung murka, lantaran permainan memble anak-anaknya. "Kalian sudah puas juara AFF? Kalian tak mau lolos Piala Asia?" kata Indra yang marah sambil memecut asa para pemain timnas.
Pecutan semangat dari Indra itu ternyata berhasil mengoyak kembali asa timnas. Pada babak kedua, Garuda Jaya bermain lebih trengginas. Hasilnya, tiga gol tambahan berhasil disarangkan timnas ke jala Laos. Dan 4-0 untuk hasil akhir pertandingan itu.
Ya, melatih anak-anak muda minim pengalaman sangatlah sulit dilakukan. Awalnya banyak yang meragukan karena tak satu pun pemain Timnas U-19 yang sudah "punya nama". Mereka benar- benar pemain-pemain baru di kancah persepakbolaan nasional. Tapi bagi Kepala Kantor Pos ini, tak ada yang tidak mungkin. Menurutnya, selain bola itu bundar, tak ada yang tak bisa dikalahkan di dunia ini kecuali Tuhan. Tak heran, dengan kondisi spiritual pelatih yang mumpuni ini, Timnas Indonesia mampu menekuk juara bertahan Korsel. Didikan fisik dan mental yang jitu ini tak heran mampu membuat mental Garuda Muda yang minim pengalaman ini berhasil mencapai prestasi maksimal.
Dengan gemblengan khusus itu, tak heran perilaku anak-anak Timnas U-19 tetap santun meskipun telah meraih tiket bergengsi di Piala Asia. Contohnya sang Kapten Evan Dimas yang tetap saja santun terhadap sang ibu. Evan Dimas sendiri mengatakan bahwa doa ibu adalah segalanya. Doa ibundanya itulah yang mengiringi langkahnya hingga menjadi bintang besar saat melawan Korsel.
"Sebelum bertanding, saya wajibkan seluruh pemain untuk menelepon ibunya dan keluarganya. Ini wajib. Doa restu orangtua dan seluruh warga negara Indonesia itulah yang bisa mengantarkan anak-anak meraih juara," kata Indra Sjafrie saat live show di TVOne, Senin (14/10) pagi.
Ya itulah yang terjadi. Di saat semua orang dan dunia sepakbola mengagungkan kehebatan fisik dan otak, justru Indra Sjafrie menggembleng alam bawah sadar dan mental anak-anak asuhnya. Dengan langkahnya yang brilian itu, ia seolah ingin mengatakan bahwa "Bersama Tuhan yang Mahabesar, kita ikut besar. Dan langkah pun menjadi mudah."
Dalam dunia psycho cybernetik, jika kita menyatakan sebuah keinginan (doa) dengan sungguh- sungguh, maka alam semesta akan mengirim sinyal-sinyal khusus untuk mengiringi niat itu hingga mewujud. Jika Indra Sjafrie berniat secara sungguh-sungguh agar anak asuhnya masuk piala dunia, insya Allah alam semesta akan membantu. Mari kita doakan dan aminkan bersama-sama.
Banjarmasin, 14 Oktober 2013
mental juara timnas U-19
Posted by : Unknown
0 Comments
DUA mimpi sudah terealisasi, masih ada satu mimpi lagi yang belum. Tak apa, saya yakin satu mimpi ini, suatu saat juga bakal terealisasi. Jadi, optimis saja. Saya optimistis karena untuk mewujudkan sebuah mimpi dibutuhkan keyakinan yang kuat. Bagi saya, mimpi tidak melulu diwujudkan melalui gerakan fisik, tapi juga olah spiritual. Justru kecerdasan dalam mengolah spiritual melalui gerakan bawah sadar inilah yang sangat memengaruhi terwujudnya mimpi.
Nah, untuk mendampingi satu mimpi saya yang BELUM mewujud ini, saya bikin satu mimpi lagi sebagai pendamping, biar hidup ini lebih indah. Bukankah mimpi itu indah? Dengan membuat mimpi, hidup lebih bergairah, karena selalu ada pengharapan. Dan tentu saja, kita lebih dekat kepadaNYA karena hanya atas izinnya mimpi itu bisa mewujud.
Baiklah, barusan saya berdebat dengan seorang teman yang menyebut dirinya golongan logis bin rasionalis. Baginya, mimpi tanpa tindakan fisik yang nyata (dan logis) hanyalah kesia-siaan. Jadi tidak akan bisa mewujud. Menurutnya, mimpi harus diiringi dengan tindakan nyata. Ia mencontohkan, jika ingin punya mobil, maka harus cari kerja sampingan karena gaji dari kantor tidak mencukupi.
Ya, itu bagus-bagus saja. Itu pendapat pribadinya, dan saya menghormatinya. Bagi saya, untuk mewujudkan mimpi tidak harus seperti itu. Ada banyak cara untuk mewujudkan mimpi. Contohnya, jika ingin pergi ke Yogyakarta dari Banjarmasin, orang tidak harus naik Lion Air dan langsung turun ke Yogya. Tapi bisa naik Garuda turun Jakarta lalu pindah naik kereta api atau bus ke Yogya. Atau bisa turun Surabaya, Semarang atau Solo, lalu melanjutkan perjalanan ke Yogya menggunakan moda transportasi lain.Yang terpenting adalah, kita harus berani bermimpi dulu. Soal cara mewujudkannya, itu urusan belakangan. Soal bagaimana cara mimpi itu mewujud, itu urusan semesta.
Kalau Anda pernah baca buku Quantum Ikhlasnya Erbe Sentanu, tentu Anda akan paham bahwa Tuhan dan alam semesta bisa berdialog dengan manusia pada lingkup alam bawah sadar. Lalu bagaimana caranya? Bagaimana cara kita masuk ke alam bawah sadar kita? Caranya adalah dengan mengirim gambar-gambar. Ya, Anda hanya perlu mengirim gambar-gambar yang Anda inginkan (impikan) ke alam bawah sadar Anda. Dengan demikian, gambar yang tertanam secara jelas di alam bawah sadar Anda itulah yang akan direspons secara langsung (otomatis) oleh alam semesta. Mudah bukan?
Jika Anda ingin punya anak, rumah, mobil, atau keinginan yang lain, tempel gambar-gambar keinginan Anda itu di tempat-tempat yang sering Anda lihat. Bayangkan juga bahwa gambaran keinginan atau mimpi yang Anda inginkan itu adalah sama dengan gambar yang Anda tempel itu. Jangan lupa, bayangkan juga seolah-olah Anda sudah memilikinya.
Anda tak perlu memikirkan cara untuk mewujudkan mimpi Anda. Anda cukup membayangkan saja bahwa Anda sudah memiliki keinginan Anda. Biarlah "cara" untuk mewujudkan mimpi itu menjadi PR bagi alam semesta. Jika penggambaran Anda di alam bawah sadar Anda sangat jelas, maka Anda akan kaget pada saatnya nanti, alam semesta mengirimkan apa yang Anda inginkan itu melalui cara-cara yang tak pernah Anda duga sebelumnya. Selamat mencoba.
Tentu saja ada banyak cara lain untuk mewujudkan mimpi. Salah satunya yang diajarkan oleh Ustadz Yusuf Mansyur. Menurutnya, kalau punya keinginan atau mimpi, maka harus banyak bersedekah. Nah lho. Cara ini jelas ditolak mentah-mentah oleh golongan rasionalis dan kudeta hati. halah. Bagaimana mungkin, ingin punya sesuatu justru harus keluar uang? Bagaimana bisa beli mobil kalau uangnya justru habis untuk sedekah? Bukankah justru ini bisa membuat labil ekonomi, halah (lagi). Logikanya gimana?
Ya, mereka lupa bahwa hidup ini tidak hanya bisa diselesaikan dengan logika. Ekstremnya lagi, bahwa hidup ini tidak hanya berwujud badan fisik saja, tapi juga ada ruh. Contohnya, meski seluruh anggota tubuh (badan) sudah mati dan tak berfungsi, tapi jika ruh masih bersemayam, maka ia masih disebut hidup. Contohnya, mantan PM Israel, Ariel Sharon. Ia koma selama tujuh tahun. Seluruh anggota badan fisiknya tak bisa berfungsi apa-apa, tapi ilmu kedokteran yang rasionalis bin logis itu menyebutnya masih hidup. Jadi, ia masih disebut HIDUP meski dengan organ tubuh yang nyaris tanpa fungsi. Fakta lain, selogis-logisnya orang, kalau sudah kepentok, pasti akan prembik-prembik, alias mengadu kepada Tuhan. (apakah menurutmu berdoa itu logis wahai para logiker?)
Yang saya pahami dari Ustadz YM ini, adalah bahwa mimpi atau keinginan itu urusan keyakinan. Maka, cara mewujudkannya harus melalui keyakinan (agama). Untuk mewujudkannya harus kembali kepada Tuhan melalui ajarannya, kitab suci. Lalu apa yang diajarkan Tuhan itu? Karena beragama Islam, maka pegangannya adalah Alquran dan para nabi.
"Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan. (QS Al Baqarah: 245)
"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS Al Baqarah: 261). Selain itu, Tuhan juga berjanji dalam QS: 6, 160, dimana Allah menjanjikan balasan 10 x lipat bagi mereka yang mau berbuat baik. Bahkan di dalam QS: 2, 261, Tuhan menjanjikan balasan sampai 700 x lipat.
Jika ingin membandingkan logika sedekah (logika quantum) berdasarkan ayat itu dengan logika matematika, begini caranya. Logika sedekah 10-1= 19. Lho kok bisa? Begini perhitungannya: 10-1=9. Tapi yang yang satu (yang disedekahkan) dikalikan 10=10. Maka hasilnya 9+10=19. Kalau logika matematika 10-1=9.
Sebagai ilustrasi, ada sebuah kisah nyata dari teman saya. Ada seorang ibu rumah tangga. Kehidupan ekonominya tak menentu. Pendek kata, ia hidup bersahaja, alias serbakekurangan. Yang membuat hidupnya indah adalah, ia punya mimpi. Mimpinya adalah ingin pergi ke Tanah Suci. Dari sisi logika, tentu keinginan itu sangat sulit dicapainya. Yang ia lakukan hanyalah berdoa dan menggambarkan (membayangkan) bahwa ia pergi ke Tanah Suci.
Pada suatu saat hari ada seekor burung hinggap di depan rumahnya. Warna dan kicauannya sangat cantik. Awalnya ia tidak memedulikannya. Bahkan ia sering mengusirnya, tapi ternyata burung itu kembali lagi. Hingga suatu saat ia menangkap burung itu dan memasukkannya ke dalam sangkar. Ia dengan ikhlas merawat burung itu.
Hingga suatu saat ada seseorang berhenti di depan rumahnya, dan melihat burung itu. Orang itu sangat tertarik dengan burung itu. Pokoknya jatuh hati banget hingga menimbulkan konspirasi hati. walah. Orang itu pun berniat memiliki burung itu. Kepada si ibu tadi, ia berniat membeli berapapun harganya. Tapi dengan lembut si ibu menolaknya. Ia hanya ingin merawat burung itu.
Berbagai upaya dilakukan orang tadi, tapi selalu ditolak.Hingga suatu saat orang itu bilang, berapapun harganya akan dibayar. Si ibu itu pun bilang bahwa ia tidak ingin uang, ia hanya ingin pergi ke Tanah Suci. Setelah berbincang, akhirnya dua keinginan itu terpecahkan. Si orang tadi bersedia membiayai si ibu tadi pergi ke Tanah Suci untuk berumrah. Subhanallah.
Begitulah kalau kita yakin dengan mimpi kita, tak perlu banyak cingcong, cukup bayangkan saja, dan yakini secara akut. Biar alam semesta yang memikirkan caranya mewujudkan keinginan (mimpi) itu kepada kita. Selamat mencoba, dan semoga bermanfaat.
Banjarmasin, 15 September 2013
Nah, untuk mendampingi satu mimpi saya yang BELUM mewujud ini, saya bikin satu mimpi lagi sebagai pendamping, biar hidup ini lebih indah. Bukankah mimpi itu indah? Dengan membuat mimpi, hidup lebih bergairah, karena selalu ada pengharapan. Dan tentu saja, kita lebih dekat kepadaNYA karena hanya atas izinnya mimpi itu bisa mewujud.
Baiklah, barusan saya berdebat dengan seorang teman yang menyebut dirinya golongan logis bin rasionalis. Baginya, mimpi tanpa tindakan fisik yang nyata (dan logis) hanyalah kesia-siaan. Jadi tidak akan bisa mewujud. Menurutnya, mimpi harus diiringi dengan tindakan nyata. Ia mencontohkan, jika ingin punya mobil, maka harus cari kerja sampingan karena gaji dari kantor tidak mencukupi.
Ya, itu bagus-bagus saja. Itu pendapat pribadinya, dan saya menghormatinya. Bagi saya, untuk mewujudkan mimpi tidak harus seperti itu. Ada banyak cara untuk mewujudkan mimpi. Contohnya, jika ingin pergi ke Yogyakarta dari Banjarmasin, orang tidak harus naik Lion Air dan langsung turun ke Yogya. Tapi bisa naik Garuda turun Jakarta lalu pindah naik kereta api atau bus ke Yogya. Atau bisa turun Surabaya, Semarang atau Solo, lalu melanjutkan perjalanan ke Yogya menggunakan moda transportasi lain.Yang terpenting adalah, kita harus berani bermimpi dulu. Soal cara mewujudkannya, itu urusan belakangan. Soal bagaimana cara mimpi itu mewujud, itu urusan semesta.
Kalau Anda pernah baca buku Quantum Ikhlasnya Erbe Sentanu, tentu Anda akan paham bahwa Tuhan dan alam semesta bisa berdialog dengan manusia pada lingkup alam bawah sadar. Lalu bagaimana caranya? Bagaimana cara kita masuk ke alam bawah sadar kita? Caranya adalah dengan mengirim gambar-gambar. Ya, Anda hanya perlu mengirim gambar-gambar yang Anda inginkan (impikan) ke alam bawah sadar Anda. Dengan demikian, gambar yang tertanam secara jelas di alam bawah sadar Anda itulah yang akan direspons secara langsung (otomatis) oleh alam semesta. Mudah bukan?
Jika Anda ingin punya anak, rumah, mobil, atau keinginan yang lain, tempel gambar-gambar keinginan Anda itu di tempat-tempat yang sering Anda lihat. Bayangkan juga bahwa gambaran keinginan atau mimpi yang Anda inginkan itu adalah sama dengan gambar yang Anda tempel itu. Jangan lupa, bayangkan juga seolah-olah Anda sudah memilikinya.
Anda tak perlu memikirkan cara untuk mewujudkan mimpi Anda. Anda cukup membayangkan saja bahwa Anda sudah memiliki keinginan Anda. Biarlah "cara" untuk mewujudkan mimpi itu menjadi PR bagi alam semesta. Jika penggambaran Anda di alam bawah sadar Anda sangat jelas, maka Anda akan kaget pada saatnya nanti, alam semesta mengirimkan apa yang Anda inginkan itu melalui cara-cara yang tak pernah Anda duga sebelumnya. Selamat mencoba.
Tentu saja ada banyak cara lain untuk mewujudkan mimpi. Salah satunya yang diajarkan oleh Ustadz Yusuf Mansyur. Menurutnya, kalau punya keinginan atau mimpi, maka harus banyak bersedekah. Nah lho. Cara ini jelas ditolak mentah-mentah oleh golongan rasionalis dan kudeta hati. halah. Bagaimana mungkin, ingin punya sesuatu justru harus keluar uang? Bagaimana bisa beli mobil kalau uangnya justru habis untuk sedekah? Bukankah justru ini bisa membuat labil ekonomi, halah (lagi). Logikanya gimana?
Ya, mereka lupa bahwa hidup ini tidak hanya bisa diselesaikan dengan logika. Ekstremnya lagi, bahwa hidup ini tidak hanya berwujud badan fisik saja, tapi juga ada ruh. Contohnya, meski seluruh anggota tubuh (badan) sudah mati dan tak berfungsi, tapi jika ruh masih bersemayam, maka ia masih disebut hidup. Contohnya, mantan PM Israel, Ariel Sharon. Ia koma selama tujuh tahun. Seluruh anggota badan fisiknya tak bisa berfungsi apa-apa, tapi ilmu kedokteran yang rasionalis bin logis itu menyebutnya masih hidup. Jadi, ia masih disebut HIDUP meski dengan organ tubuh yang nyaris tanpa fungsi. Fakta lain, selogis-logisnya orang, kalau sudah kepentok, pasti akan prembik-prembik, alias mengadu kepada Tuhan. (apakah menurutmu berdoa itu logis wahai para logiker?)
Yang saya pahami dari Ustadz YM ini, adalah bahwa mimpi atau keinginan itu urusan keyakinan. Maka, cara mewujudkannya harus melalui keyakinan (agama). Untuk mewujudkannya harus kembali kepada Tuhan melalui ajarannya, kitab suci. Lalu apa yang diajarkan Tuhan itu? Karena beragama Islam, maka pegangannya adalah Alquran dan para nabi.
"Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan. (QS Al Baqarah: 245)
"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS Al Baqarah: 261). Selain itu, Tuhan juga berjanji dalam QS: 6, 160, dimana Allah menjanjikan balasan 10 x lipat bagi mereka yang mau berbuat baik. Bahkan di dalam QS: 2, 261, Tuhan menjanjikan balasan sampai 700 x lipat.
Jika ingin membandingkan logika sedekah (logika quantum) berdasarkan ayat itu dengan logika matematika, begini caranya. Logika sedekah 10-1= 19. Lho kok bisa? Begini perhitungannya: 10-1=9. Tapi yang yang satu (yang disedekahkan) dikalikan 10=10. Maka hasilnya 9+10=19. Kalau logika matematika 10-1=9.
Sebagai ilustrasi, ada sebuah kisah nyata dari teman saya. Ada seorang ibu rumah tangga. Kehidupan ekonominya tak menentu. Pendek kata, ia hidup bersahaja, alias serbakekurangan. Yang membuat hidupnya indah adalah, ia punya mimpi. Mimpinya adalah ingin pergi ke Tanah Suci. Dari sisi logika, tentu keinginan itu sangat sulit dicapainya. Yang ia lakukan hanyalah berdoa dan menggambarkan (membayangkan) bahwa ia pergi ke Tanah Suci.
Pada suatu saat hari ada seekor burung hinggap di depan rumahnya. Warna dan kicauannya sangat cantik. Awalnya ia tidak memedulikannya. Bahkan ia sering mengusirnya, tapi ternyata burung itu kembali lagi. Hingga suatu saat ia menangkap burung itu dan memasukkannya ke dalam sangkar. Ia dengan ikhlas merawat burung itu.
Hingga suatu saat ada seseorang berhenti di depan rumahnya, dan melihat burung itu. Orang itu sangat tertarik dengan burung itu. Pokoknya jatuh hati banget hingga menimbulkan konspirasi hati. walah. Orang itu pun berniat memiliki burung itu. Kepada si ibu tadi, ia berniat membeli berapapun harganya. Tapi dengan lembut si ibu menolaknya. Ia hanya ingin merawat burung itu.
Berbagai upaya dilakukan orang tadi, tapi selalu ditolak.Hingga suatu saat orang itu bilang, berapapun harganya akan dibayar. Si ibu itu pun bilang bahwa ia tidak ingin uang, ia hanya ingin pergi ke Tanah Suci. Setelah berbincang, akhirnya dua keinginan itu terpecahkan. Si orang tadi bersedia membiayai si ibu tadi pergi ke Tanah Suci untuk berumrah. Subhanallah.
Begitulah kalau kita yakin dengan mimpi kita, tak perlu banyak cingcong, cukup bayangkan saja, dan yakini secara akut. Biar alam semesta yang memikirkan caranya mewujudkan keinginan (mimpi) itu kepada kita. Selamat mencoba, dan semoga bermanfaat.
Banjarmasin, 15 September 2013
bikin mimpi (lagi)
Posted by : Unknown
0 Comments
Anda pasti pernah mengamati teman, tetangga, atau orang lain yang sering beruntung dalam hidupnya, entah dalam pekerjaan, keluarga, atau bahkan dalam keberuntungan dalam memperoleh hadiah atau undian. Anehnya, keberuntungan itu sering menghampiri seseorang itu secara terus menerus.
Saya punya seorang teman yang selalu beruntung, dalam hal apapun. padahal dari segi kemampuannya, ia biasa-biasa saja. Bahkan dalam pekerjaan, ia bisa dinilai mendapat nilai yang kurang. Tapi anehnya, ia selalu mendapat kesempatan, bahkan karier yang cemerlang. Begitu juga dalam kehidupan keluarganya, dan bisnis sampingannya, ia selalu diliputi keberuntungan.
Menurut beberapa psikolog, sebenarnya kita mampu menciptakan keberuntungan kita sendiri. "Keberuntungan tergantung pada bagaimana Anda menyikapi hidup, dengan melihat usaha apa yang telah Anda sumbangkan bagi lingkungan sekitar Anda dan bagaimana Anda menyikapi masalah," jelas Carol Sansone,Ph.D, Profesor psikologi di Universitas Utah. Keberuntungan sebenarnya adalah hasil dari persepsi, karakter diri sendiri, pilihan dan tindakan kita. Semua itu ada di bawah kendali kita.
Ingin mencapai keberuntungan Anda? Sebenarnya ini sama mudahnya dengan mengubah perilaku Anda. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa orang-orang yang menganggap dirinya beruntung cenderung -meramalkan dirinya sendiri. Hal itu dikarenakan orang-orang yang berpikir positif biasanya memperhatikan kesempatan, dan mereka akan langsung menyambar kesempatan begitu datang.
Orang -orang yang kurang fleksibel cenderung melewatkan kesempatan karena terlalu fokus pada satu hal. Seorang Profesor Psikologi, Alizabeth Nutt Williams, Ph.D menyatakan bahwa mengeksplorasi kesempatan-kesempatan yang tak terlihat akan mengarahkan Anda ke dalam hasil yang berbeda dan tidak tak terduga, dan terkadang lebih baik untuk waktu yang lama.
Jika Anda ingin meraih keberuntungan Anda, maka ambil lebih banyak kesempatan, membangun hubungan dengan orang lain, dan berani menawarkan diri untuk menjadi pemimpin. Anda bisa meraih semua itu dengan percaya bahwa Anda dapat menyelesaikan apapun yang Anda kerjakan, walaupun penuh dengan risiko.
Bagaimana jika banyak kritik menyerbu Anda dan promosi pekerjaan yang tak pernah Anda dapatkan? Anda mungkin saja akan langsung menyerah atau mengubah ulang tujuan Anda. Jangan pernah memikirkan hal itu! Jika sesuatu tidak berjalan sesuai dengan rencana, maka Anda harus cepat memikirkan rencana selanjutnya. Orang-orang sukses tidak akan berhenti hanya karena hal-hal negatif terjadi dan rintangan menghadang. Mereka akan mengambil kesempatan lain di lain kesempatan.
Berpalinglah, perubahan itu bagus. Orang yang easygoing - membiarkan hidup mengalir saja dan senang hati menjalankan rutinitas sehari-hari, akan membuka diri seluas-luasnya untuk mengambil kesempatan dan menjumpai sesuatu yang datang begitu saja. Percayalah pada diri sendiri bahwa keberuntungan itu datang dari usaha Anda dan tidak datang begitu saja.
Orang bilang, hidup hanya sekali. Oleh karena itu kita diberi kesempatan untuk hidup sesuai yang kita inginkan. Ada dua kemungkinan dari sudut pandang tersebut. Kita mau hidup untuk bersenang-senang atau hidup sebaik mungkin.
Dalam hidup, kita bisa melakukan keduanya. Namun dalam satu kesempatan, kita hanya bisa melakukan salah satu di antaranya. Sesekali ego kita membuat kita ingin menikmati hidup. Mengapa harus begitu serius? Dunia ini menawarkan banyak hal yang indah dan menyenangkan.
Namun ada pula pribadi yang tak membiarkan dirinya mengalir seperti air begitu saja, karena ia tak mau terlena oleh keadaan. Oleh karena itu ia selalu berusaha hidup seimbang antara dunia dan spiritualnya.
Orang bilang, kebanyakan orang lebih memilih bersenang-senang daripada mengusahakan sebuah kebahagiaan. Ini adalah hidup Anda, apapun pilihan Anda sebaiknya dibekali tanggung jawab agar tak menyesal nantinya. Semoga bermanfaat dan bagikan tulisan ini pada mereka yang Anda sayangi. sumber: vemale.com
semoga bermanfaat
Banjarmasin, 25 Juli 2013
Saya punya seorang teman yang selalu beruntung, dalam hal apapun. padahal dari segi kemampuannya, ia biasa-biasa saja. Bahkan dalam pekerjaan, ia bisa dinilai mendapat nilai yang kurang. Tapi anehnya, ia selalu mendapat kesempatan, bahkan karier yang cemerlang. Begitu juga dalam kehidupan keluarganya, dan bisnis sampingannya, ia selalu diliputi keberuntungan.
Menurut beberapa psikolog, sebenarnya kita mampu menciptakan keberuntungan kita sendiri. "Keberuntungan tergantung pada bagaimana Anda menyikapi hidup, dengan melihat usaha apa yang telah Anda sumbangkan bagi lingkungan sekitar Anda dan bagaimana Anda menyikapi masalah," jelas Carol Sansone,Ph.D, Profesor psikologi di Universitas Utah. Keberuntungan sebenarnya adalah hasil dari persepsi, karakter diri sendiri, pilihan dan tindakan kita. Semua itu ada di bawah kendali kita.
Ingin mencapai keberuntungan Anda? Sebenarnya ini sama mudahnya dengan mengubah perilaku Anda. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa orang-orang yang menganggap dirinya beruntung cenderung -meramalkan dirinya sendiri. Hal itu dikarenakan orang-orang yang berpikir positif biasanya memperhatikan kesempatan, dan mereka akan langsung menyambar kesempatan begitu datang.
Orang -orang yang kurang fleksibel cenderung melewatkan kesempatan karena terlalu fokus pada satu hal. Seorang Profesor Psikologi, Alizabeth Nutt Williams, Ph.D menyatakan bahwa mengeksplorasi kesempatan-kesempatan yang tak terlihat akan mengarahkan Anda ke dalam hasil yang berbeda dan tidak tak terduga, dan terkadang lebih baik untuk waktu yang lama.
Jika Anda ingin meraih keberuntungan Anda, maka ambil lebih banyak kesempatan, membangun hubungan dengan orang lain, dan berani menawarkan diri untuk menjadi pemimpin. Anda bisa meraih semua itu dengan percaya bahwa Anda dapat menyelesaikan apapun yang Anda kerjakan, walaupun penuh dengan risiko.
Bagaimana jika banyak kritik menyerbu Anda dan promosi pekerjaan yang tak pernah Anda dapatkan? Anda mungkin saja akan langsung menyerah atau mengubah ulang tujuan Anda. Jangan pernah memikirkan hal itu! Jika sesuatu tidak berjalan sesuai dengan rencana, maka Anda harus cepat memikirkan rencana selanjutnya. Orang-orang sukses tidak akan berhenti hanya karena hal-hal negatif terjadi dan rintangan menghadang. Mereka akan mengambil kesempatan lain di lain kesempatan.
Berpalinglah, perubahan itu bagus. Orang yang easygoing - membiarkan hidup mengalir saja dan senang hati menjalankan rutinitas sehari-hari, akan membuka diri seluas-luasnya untuk mengambil kesempatan dan menjumpai sesuatu yang datang begitu saja. Percayalah pada diri sendiri bahwa keberuntungan itu datang dari usaha Anda dan tidak datang begitu saja.
Orang bilang, hidup hanya sekali. Oleh karena itu kita diberi kesempatan untuk hidup sesuai yang kita inginkan. Ada dua kemungkinan dari sudut pandang tersebut. Kita mau hidup untuk bersenang-senang atau hidup sebaik mungkin.
Dalam hidup, kita bisa melakukan keduanya. Namun dalam satu kesempatan, kita hanya bisa melakukan salah satu di antaranya. Sesekali ego kita membuat kita ingin menikmati hidup. Mengapa harus begitu serius? Dunia ini menawarkan banyak hal yang indah dan menyenangkan.
Namun ada pula pribadi yang tak membiarkan dirinya mengalir seperti air begitu saja, karena ia tak mau terlena oleh keadaan. Oleh karena itu ia selalu berusaha hidup seimbang antara dunia dan spiritualnya.
Orang bilang, kebanyakan orang lebih memilih bersenang-senang daripada mengusahakan sebuah kebahagiaan. Ini adalah hidup Anda, apapun pilihan Anda sebaiknya dibekali tanggung jawab agar tak menyesal nantinya. Semoga bermanfaat dan bagikan tulisan ini pada mereka yang Anda sayangi. sumber: vemale.com
semoga bermanfaat
Banjarmasin, 25 Juli 2013
mencipta keberuntungan
Posted by : Unknown
0 Comments
Kini, Iyu telah berusia dua pekan. Ada perasaan bahagia dan haru merawatnya tiap hari. Kini, di rumah ada bayi mungil nan lucu menghiasi hari-hari kami. Tak masalah bagiku jika tidak tidur tiap malam untuk menjaganya. Untungnya, saya masuk kerja malam. Jadi sepulang dari kerja, aku langsung njagong bersama bayiku sampai habis sahur, sementara istriku istirahat. Usai subuh, gantian aku yang tidur, sementara istriku yang merawat Iyu sampai siang.Tapi dua hari terakhir tidurnya sudah mulai normal pada malam hari.
Kabar baiknya, kini kami bisa pergi kemana-mana, termasuk kontrol ke dokter menggunakan mobil yang baru kami beli, alhamdulillah. Apalagi, saat ini hujan turun tiap hari, jadi keberadaan mobil ini sangat membantu kami. Aku berharap hujan yang turun tiap hari di musim kemarau ini membawa keberkahan bagi anak dan keluarga kami.
Aku jadi ingat saat kelahiran Iyu, Rabu 3 Juli 2013. Sebelum Rabu siang itu, selama berhari- hari Banjarmasin dilanda panas menyengat yang berkepanjangan. Banyak orang mengeluh karena cuaca sangat panas, bahkan suhu udara di atas 33 derajat saat siang hari. Anehnya, saat istriku masuk kamar operasi untuk bedah cesar pukul 14.00, tiba-tiba hujan turun sangat deras. Dan 30 menit berikutnya anak kami lahir. Kami berharap hujan ini membawa keberkahan tersendiri bagi kami, aamiin. Dan hujan masih kerap turun tiap hari menghiasi hari-hari kami hingga hari ini (setidaknya 17 Juli ini masih kerap turun hujan).
Lanjut ke soal mobil. Kehadiran Honda Jazz ini dalam kehidupanku terjadi secara tiba-tiba, tanpa ada perencanaan yang bertele-tele. Dia datang begitu saja, seolah dikirim alam semesta ini dalam keluarga kami. Soal bagaimana cara kami membeli, dan mobil itu hadir dalam kehidupanku, itu adalah surprise dari alam semesta yang membantuku.
Sebetulnya aku sudah memimpikan mempunyai Honda Jazz sejak empat tahun lalu. Seperti biasa, kalau aku punya keinginan, aku selalu menggunakan metode "membayangkan" khas psikosibernetik. Sudah ratusan keinginan betul-betul terkabul hanya dengan membayangkan. Awalnya, aku tidak berani membayangkan punya mobil Honda Jazz. Maklum jika dilihat dari penghasilan kami, mimpi punya mobil Honda Jazz bagaikan pungguk merindukan bulan.
Tapi tak ada ruginya mempraktikkan ilmu kuno ini. Toh membayangkan punya Honda Jazz tidak dipungut biaya. Jika gagal, ya ndak masalah, lha wong ndak mbayar kok. Juga ndak ada yang tahu kalau aku pengin punya Honda Jazz. Tapi jika berhasil, ya alhamdulillah. Betul ndak? Banyak orang mencibir keberadaan psikosibernetik ini, tapi bagi saya, ini adalah ilmu yang cukup teruji. Buktinya, The Secret yang menggunakan metode sama dengan psikosibernetik kini mulai dipraktikkan dan diteliti di seluruh dunia. Hasilnya, jutaan orang telah berhasil mempraktikkannya, dan berhasil.
Bagi saya, tantangan terberat menggunakan metode ini adalah dianggap tidak rasional. Tapi bagi saya itu tidak masalah. Bagi saya, seorang komentator hanyalah orang yang kelebihan mulut. Ia hanya pandai bicara, tapi sangat jarang bisa melakukan apa yang dikomentarinya. Betapapun hebatnya seorang komentator yang mengomentari penampilan buruk seorang Lionel Messi pada sebuah pertandingan bola, saya yakin ia tidak akan mampu mengalahkan kehebatan Messi di lapangan hijau. Itu pasti!
Awalnya aku sempat ragu juga mempraktikkan psikosibernetik untuk menarik Honda Jazz dalam kehidupanku.Tapi seperti pada pengalaman yang sudah-sudah, dan selalu berhasil, akhirnya aku tergelitik juga untuk mencobanya. Nah sejak empat tahun lalu, aku selalu membayangkan punya mobil ini. Kalau ketemu Honda Jazz di jalan, aku selalu membayangkan bahwa aku yang naik mobil itu. (gila yak, hehehee). Aku juga sering lihat gambar-gambar mobil Honda Jazz saat di kantor. Dan tidak ketinggalan, aku selalu membayangkan bahwa foto-foto Honda Jazz itu adalah milikku. Ya, sesimpel itu caranya. Soal kehandalan ilmu psikosibernetik ini sudah banyak aku tulis di blog ini sebelumnya, silakan dibaca dan dipraktikkan.
Soal praktik metode ini, aku jadi ingat anakku, Rhei. Saat mau masuk SD berstandar nasional pada 2012, ia belum bisa baca tulis. Bahkan saat sudah masuk kelas 1, ia juga belum lancar baca tulis. Awalnya aku sempat tak yakin ia bisa masuk SD ini. Program "membayangkan" khas psikosibernetik pun aku praktikkan.
Setelah mendaftar di sekolah ini, tiap hari aku selalu berhenti di depan sekolahan ini. Aku suruh anakku membayangkan dia sekolah dan bermain di sekolahan ini bersama teman-temannya. Aku dan istriku juga sering mengajak anakku main ke halaman sekolah ini. Aku bilang ke anakku, kalau sekolah di sini enak, dekat rumah, sekolahannya bagus, bersih, dan bisa bermain di beberapa sudut sekolahan ini. Intinya aku menyugesti anakku agar ia seolah-olah merasa telah bersekolah di sekolah ini.
Dan hari H tes masuk SD ini pun benar-benar berlangsung. Celakanya, aku sempat merasa kurang yakin anakku bisa diterima. Karena saat aku tanya, anakku sempat kebingungan menjawab tes wawancara. Tapi keraguan itu segera aku buang. Aku makin sering mengajak anakku main di sekolah ini. Hasilnya, kami pun terkejut karena ternyata anak kami diterima di sekolah ini tanpa mengeluarkan uang sepeser pun. Alhamdulillah.
Satu kendala telah kami lewati. Anakku telah diterima di sekolah ini. Tapi ada satu lagi kendala menghadang, anakku belum lancar baca tulis, karena saat di TK Alam tempat anakku sekolah sebelumnya, memang ia dilarang belajar baca tulis. Baca tulis adalah materi anak SD! Begitu masuk kelas, kami kalang kabut karena ternyata pelajarannya langsung tingkat lanjut. Tiap bulan diadakan ujian, dimana soalnya ditulis dalam lembaran seperti ujian sekolah biasanya. Ujian bulan kedua, anakku rangking 31 dari 32 siswa. haduuhhh...
Aku tidak patah arang. Psikosibernetik makin sering aku praktikkan. Aku bikin tulisan besar- besar dan aku tempelkan di kamar: "PANTARHEI RANGKING 1" Aku menulis tulisan itu saat anakku belum lancar baca tulis. (walah). Setelah menjalankan program ini, jalan pun mulai terbuka. Ada orangtua murid yang menyarankan kursus baca tulis kilat, tiga bulan. Kesempatan itu pun langsung aku ambil.
Ujian bulan ketiga anakku rangking 24. Berlanjut ke rangking 17, dan bertahan di ring 11-12 saat ulangan bulanan. Aku pun meningkatkan frekwensi "membayangkan" yang aku praktikkan. Hasilnya, ujian akhir semester 1 anakku rangking 9. Ujian bulanan sebulan jelang ujian akhir semester dua, anakku berhasil menyodok ke rangking 2, dan pada ujian akhir semester 2 anakku bercokol di rangking 4. Alhamdulillah, dari tidak bisa baca tulis, akhirnya bisa masuk rangking 4 di ujian akhir kelas 1, selamat ya anakku.
Begitu juga dengan kehadiran Honda Jazz ini dalam kehidupanku, aku mempraktikkan psikosibernetik, dan tentu saja saat ingin punya anak kedua, kami juga praktik ilmu luar biasa ini. Kami hanya mempraktikkannya saja secara tulus, dan melakukannya secara relaks. Soal hasilnya, biar alam semesta yang mengirim keinginan-keinginan kami itu dalam kehidupan kami. Terimakasih Tuhan atas semuanya...
semoga menginspirasi
Banjarmasin, 17 Juli 2013
Kabar baiknya, kini kami bisa pergi kemana-mana, termasuk kontrol ke dokter menggunakan mobil yang baru kami beli, alhamdulillah. Apalagi, saat ini hujan turun tiap hari, jadi keberadaan mobil ini sangat membantu kami. Aku berharap hujan yang turun tiap hari di musim kemarau ini membawa keberkahan bagi anak dan keluarga kami.
Aku jadi ingat saat kelahiran Iyu, Rabu 3 Juli 2013. Sebelum Rabu siang itu, selama berhari- hari Banjarmasin dilanda panas menyengat yang berkepanjangan. Banyak orang mengeluh karena cuaca sangat panas, bahkan suhu udara di atas 33 derajat saat siang hari. Anehnya, saat istriku masuk kamar operasi untuk bedah cesar pukul 14.00, tiba-tiba hujan turun sangat deras. Dan 30 menit berikutnya anak kami lahir. Kami berharap hujan ini membawa keberkahan tersendiri bagi kami, aamiin. Dan hujan masih kerap turun tiap hari menghiasi hari-hari kami hingga hari ini (setidaknya 17 Juli ini masih kerap turun hujan).
Lanjut ke soal mobil. Kehadiran Honda Jazz ini dalam kehidupanku terjadi secara tiba-tiba, tanpa ada perencanaan yang bertele-tele. Dia datang begitu saja, seolah dikirim alam semesta ini dalam keluarga kami. Soal bagaimana cara kami membeli, dan mobil itu hadir dalam kehidupanku, itu adalah surprise dari alam semesta yang membantuku.
Sebetulnya aku sudah memimpikan mempunyai Honda Jazz sejak empat tahun lalu. Seperti biasa, kalau aku punya keinginan, aku selalu menggunakan metode "membayangkan" khas psikosibernetik. Sudah ratusan keinginan betul-betul terkabul hanya dengan membayangkan. Awalnya, aku tidak berani membayangkan punya mobil Honda Jazz. Maklum jika dilihat dari penghasilan kami, mimpi punya mobil Honda Jazz bagaikan pungguk merindukan bulan.
Tapi tak ada ruginya mempraktikkan ilmu kuno ini. Toh membayangkan punya Honda Jazz tidak dipungut biaya. Jika gagal, ya ndak masalah, lha wong ndak mbayar kok. Juga ndak ada yang tahu kalau aku pengin punya Honda Jazz. Tapi jika berhasil, ya alhamdulillah. Betul ndak? Banyak orang mencibir keberadaan psikosibernetik ini, tapi bagi saya, ini adalah ilmu yang cukup teruji. Buktinya, The Secret yang menggunakan metode sama dengan psikosibernetik kini mulai dipraktikkan dan diteliti di seluruh dunia. Hasilnya, jutaan orang telah berhasil mempraktikkannya, dan berhasil.
Bagi saya, tantangan terberat menggunakan metode ini adalah dianggap tidak rasional. Tapi bagi saya itu tidak masalah. Bagi saya, seorang komentator hanyalah orang yang kelebihan mulut. Ia hanya pandai bicara, tapi sangat jarang bisa melakukan apa yang dikomentarinya. Betapapun hebatnya seorang komentator yang mengomentari penampilan buruk seorang Lionel Messi pada sebuah pertandingan bola, saya yakin ia tidak akan mampu mengalahkan kehebatan Messi di lapangan hijau. Itu pasti!
Awalnya aku sempat ragu juga mempraktikkan psikosibernetik untuk menarik Honda Jazz dalam kehidupanku.Tapi seperti pada pengalaman yang sudah-sudah, dan selalu berhasil, akhirnya aku tergelitik juga untuk mencobanya. Nah sejak empat tahun lalu, aku selalu membayangkan punya mobil ini. Kalau ketemu Honda Jazz di jalan, aku selalu membayangkan bahwa aku yang naik mobil itu. (gila yak, hehehee). Aku juga sering lihat gambar-gambar mobil Honda Jazz saat di kantor. Dan tidak ketinggalan, aku selalu membayangkan bahwa foto-foto Honda Jazz itu adalah milikku. Ya, sesimpel itu caranya. Soal kehandalan ilmu psikosibernetik ini sudah banyak aku tulis di blog ini sebelumnya, silakan dibaca dan dipraktikkan.
Soal praktik metode ini, aku jadi ingat anakku, Rhei. Saat mau masuk SD berstandar nasional pada 2012, ia belum bisa baca tulis. Bahkan saat sudah masuk kelas 1, ia juga belum lancar baca tulis. Awalnya aku sempat tak yakin ia bisa masuk SD ini. Program "membayangkan" khas psikosibernetik pun aku praktikkan.
Setelah mendaftar di sekolah ini, tiap hari aku selalu berhenti di depan sekolahan ini. Aku suruh anakku membayangkan dia sekolah dan bermain di sekolahan ini bersama teman-temannya. Aku dan istriku juga sering mengajak anakku main ke halaman sekolah ini. Aku bilang ke anakku, kalau sekolah di sini enak, dekat rumah, sekolahannya bagus, bersih, dan bisa bermain di beberapa sudut sekolahan ini. Intinya aku menyugesti anakku agar ia seolah-olah merasa telah bersekolah di sekolah ini.
Dan hari H tes masuk SD ini pun benar-benar berlangsung. Celakanya, aku sempat merasa kurang yakin anakku bisa diterima. Karena saat aku tanya, anakku sempat kebingungan menjawab tes wawancara. Tapi keraguan itu segera aku buang. Aku makin sering mengajak anakku main di sekolah ini. Hasilnya, kami pun terkejut karena ternyata anak kami diterima di sekolah ini tanpa mengeluarkan uang sepeser pun. Alhamdulillah.
Satu kendala telah kami lewati. Anakku telah diterima di sekolah ini. Tapi ada satu lagi kendala menghadang, anakku belum lancar baca tulis, karena saat di TK Alam tempat anakku sekolah sebelumnya, memang ia dilarang belajar baca tulis. Baca tulis adalah materi anak SD! Begitu masuk kelas, kami kalang kabut karena ternyata pelajarannya langsung tingkat lanjut. Tiap bulan diadakan ujian, dimana soalnya ditulis dalam lembaran seperti ujian sekolah biasanya. Ujian bulan kedua, anakku rangking 31 dari 32 siswa. haduuhhh...
Aku tidak patah arang. Psikosibernetik makin sering aku praktikkan. Aku bikin tulisan besar- besar dan aku tempelkan di kamar: "PANTARHEI RANGKING 1" Aku menulis tulisan itu saat anakku belum lancar baca tulis. (walah). Setelah menjalankan program ini, jalan pun mulai terbuka. Ada orangtua murid yang menyarankan kursus baca tulis kilat, tiga bulan. Kesempatan itu pun langsung aku ambil.
Ujian bulan ketiga anakku rangking 24. Berlanjut ke rangking 17, dan bertahan di ring 11-12 saat ulangan bulanan. Aku pun meningkatkan frekwensi "membayangkan" yang aku praktikkan. Hasilnya, ujian akhir semester 1 anakku rangking 9. Ujian bulanan sebulan jelang ujian akhir semester dua, anakku berhasil menyodok ke rangking 2, dan pada ujian akhir semester 2 anakku bercokol di rangking 4. Alhamdulillah, dari tidak bisa baca tulis, akhirnya bisa masuk rangking 4 di ujian akhir kelas 1, selamat ya anakku.
Begitu juga dengan kehadiran Honda Jazz ini dalam kehidupanku, aku mempraktikkan psikosibernetik, dan tentu saja saat ingin punya anak kedua, kami juga praktik ilmu luar biasa ini. Kami hanya mempraktikkannya saja secara tulus, dan melakukannya secara relaks. Soal hasilnya, biar alam semesta yang mengirim keinginan-keinginan kami itu dalam kehidupan kami. Terimakasih Tuhan atas semuanya...
semoga menginspirasi
Banjarmasin, 17 Juli 2013
horeee beli honda jazz (dua mimpi dalam satu malam-2)
Posted by : Unknown
0 Comments
Alhamdulillah, ini ramadhan spesial bagiku dan keluargaku. Bagiku, ada dua mimpi besar yang dikabulkan pada saat yang bersamaan jelang ramadhan 1434H tahun ini. Pertama, anak keduaku lahir dengan selamat melalui proses cesar. Kedua, keinginanku untuk mempunyai mobil Honda Jazz sejak empat tahun lalu akhirnya terkabul.
Kelahiran anak keduaku ini jelas melengkapi hari-hariku. Melalui proses yang panjang dan melelahkan, akhirnya anak kami: Muhammad Langit Biru Ramadhan terlahir dengan selamat. Kami menunggu kehadiran Iyu, panggilan anak kami, sudah cukup lama. Anak pertama kami, Pantarhei lahir 2006 atau tujuh tahun tiga bulan yang lalu. Karena Iye (rhei) lahir melalui proses cesar, kami harus menunggu empat tahun untuk bisa punya anak lagi secara aman dari segi medis.
Praktis, mulai tahun 2010 kami melakukan program punya anak lagi. Berbagai upaya kami lakukan, tapi tampaknya Allah masih menunda waktu hingga saat yang tepat tiba. Konsultasi hingga searching di internet untuk mengetahui cara tepat punya anak kerap kami lakukan, tapi tampaknya juga belum menemukan hasil. Hingga akhirnya istriku benar-benar hamil pada 2012. Tapi tampaknya Allah belum mengizinkan kami punya momongan saat itu.
Pada Mei 2012 istriku keguguran. Sempat sangat kecewa dan mencari berbagai macam sebab hingga kambing hitam. Tapi akhirnya kepasrahan yang kami pilih. "Allah akan memilihkan waktu yang tepat bagi kami" "Semua akan indah pada waktunya" Itulah dua kalimat motivasi yang membuat kami tetap tegar.
Saat istriku dikuret di RS Hermina Jakarta pada Mei 2012, saat itulah aku dan istriku belajar banyak tentang kehamilan dan segala permasalahannya dari dokter yang menangani tindakan medis istriku. Alhamdulillah, dokter mengajari kami banyak hal. Dokter menyarankan kami menunggu tiga bulan lagi untuk program punya anak lagi.
Tentang tata cara agar cepat punya anak lagi, sudah pernah saya posting beberapa waktu lalu di blog ini. Dan alhamdulillah postingan itu juga dipraktikkan beberapa teman dan ternyata berhasil. Kabar baiknya, istriku juga berhasil hamil lagi. Kami pun sangat berhati-hati menjaga kehamilan kali ini. Hampir tiap hari kami belajar tentang kehamilan dan segala permasalahannya di internet. Kami juga banyak tanya ke dokter yang menangani kehamilan istriku.
Pada kehamilan kali ini, kami sangat ingin agar bayi kami dilahirkan secara normal. Alasannya, Allah telah menciptakan tubuh perempuan secara sempurna, termasuk cara melahirkan juga telah diatur secara sempurna, melalui cara yang alamiah. Kami yakin persalinan normal lebih mendekatkan jiwa anak dan sang ibu. Kami pun belajar dari banyak pihak. Hasilnya, kami menemukan banyak ilmu tentang kelahiran secara normal meski anak pertama cesar. Bahkan dokter yang menangani kehamilan istriku tiap bulan langsung terdiam saat mencoba menawari operasi cesar semenjak kehamilan menginjak usia 7 bulan. Dokter itu sempat ngeper dan tidak menyangka kami punya banyak info soal kelahiran normal anak kedua meski anak pertama cesar.
Bukan masalah apa-apa, saya sangat tidak suka jika ada dokter kandungan yang matre, sedikit- sedikit langsung cesar. Banyak alasan yang mereka kemukakan, kebanyakan mereka menakut- nakuti pasien tentang kesehatan dan keselamatan bayi. Jika orangtua tidak punya banyak pengetahuan, pasti langsung setuju dicesar. Untuk diketahui, di rumah sakit bersalin tempat istriku melahirkan pada saat yang hampir bersamaan, dari lima pasien, semuanya dioperasi cesar.
Dari ilmu yang kami dapat itu, kami menyimpulkan bahwa anak kedua kami ini bisa dilahirkan secara normal. Berdasarkan pengetahuan yang kami dapat, persalinan normal bisa dilakukan meski anak pertama dilahirkan cesar. Asal, bedah cesar pertama dilakukan secara horisontal di perut bagian bawah. Untuk diketahui ada tiga macam bedah cesar, yaitu horisontal di perut bagian atas, vertikal di tengah perut, dan horisontal di perut bagian bawah. Persalinan normal hanya boleh dilakukan jika cesar pertama dilakukan secara horisontal di perut bagian bawah.
Aturan berikutnya, tinggi tubuh istriku memungkinkan untuk melakukan persalinan normal. Juga pinggul tidak terlalu sempit sehingga cukup digunakan sebagai jalan bagi si jabang bayi. Aturan berikutnya lagi adalah perkiraan berat bayi kurang dari empat kilogram. Nah untuk berat bayi ini kami melakukan second opinion hingga tiga dokter. Dokter pertama yang menangani istriku tiap bulan menyatakan berat janin tiga hari sebelum kelahiran 3,8 kilogram, dua dokter lainnya menyatakan berat janin 3,7 kilogram.
Jadi, berdasarkan diagnosis tiga dokter, berat janin memungkinkan untuk kelahiran secara normal. Tak hanya itu, kami juga melakukan tes jantung ibu dan janin. Hasilnya juga memuaskan, keduanya dinyatakan sangat sehat.
Hingga akhirnya tiba pada hari H. Pukul 24.00 pada 3 Juli 2013, istriku mulai kontraksi. Kami mencoba menyugesti dan membuat suasana menjadi senyaman mungkin. Dua jam berikutnya, kontraksi makin sering terjadi. Hingga pukul 02.30 akhirnya kami putuskan untuk pergi ke rumah sakit.
Kabar baiknya, alhamdulillah pada sore sebelumnya kawan kami secara ikhlas meminjamkan mobilnya kepada kami, sehingga saat kontraksi, kami bisa membawa istri ke dokter secara nyaman. Tak bisa dibayangkan kami membawa istri ke rumah sakit yang jaraknya 10 kilometer menggunakan sepeda motor. Belum lagi, kami juga harus membawa anak pertama kami yang berumur 7 tahun pada pukul 02.30 dinihari. Betapa repotnya, karena kami juga harus membawa perlengkapan melahirkan, termasuk persiapan untuk si jabang bayi. Jadi, pas dinihai kontraksi, kami sudah siap membawa ke dokter secara nyaman. (Maturnuwun Om Razak atas pinjaman mobilnya...)
Hingga pukul 10.30, sudah terjadi pembukaan empat menuju lima. Si jabang bayi masih terus meronta ingin keluar. Di sisi lain, istriku mengalami kesakitan yang luar biasa. Air ketuban istrikupun mulai keluar berwarna coklat. Jumlahnya diperkirakan makin menipis. Saat memeriksa pukul 11.00, akhirnya dokter menyerah. Dia langsung menyarankan operasi cesar karena air ketuban sudah hampir habis. Kami pun terbengong, tak bisa berbuat apa-apa. Dokter mengatakan berbahaya jika tidak segera dioperasi karena si jabang bayi telah meminum air ketuban yang telah bercampur kotoran. Kami pun menyerah.
Sambil mengucap bismilah, saya pun menandatangani prasyarat operasi cesar. Setengah jam kemudian bayiku pun terlahir dengan selamat. Yang membuat saya terbengong-bengong adalah ukurannya yang super besar: 4,85 kilogram dengan panjang 55 centimeter. Wowww... Sujud syukur pun saya panjatkan kepada Allah. Apa jadinya jika anakku tidak dioperasi cesar. Dengan ukuran yang segitu besar, sangat tidak mungkin anakku lahir secara normal mengingat istriku punya riwayat operasi cesar pada anak pertama.Terima kasih dokter telah memaksa kami untuk menyetujui operasi cesar.
Banjarmasin, 18 Juli 2013
Kelahiran anak keduaku ini jelas melengkapi hari-hariku. Melalui proses yang panjang dan melelahkan, akhirnya anak kami: Muhammad Langit Biru Ramadhan terlahir dengan selamat. Kami menunggu kehadiran Iyu, panggilan anak kami, sudah cukup lama. Anak pertama kami, Pantarhei lahir 2006 atau tujuh tahun tiga bulan yang lalu. Karena Iye (rhei) lahir melalui proses cesar, kami harus menunggu empat tahun untuk bisa punya anak lagi secara aman dari segi medis.
Praktis, mulai tahun 2010 kami melakukan program punya anak lagi. Berbagai upaya kami lakukan, tapi tampaknya Allah masih menunda waktu hingga saat yang tepat tiba. Konsultasi hingga searching di internet untuk mengetahui cara tepat punya anak kerap kami lakukan, tapi tampaknya juga belum menemukan hasil. Hingga akhirnya istriku benar-benar hamil pada 2012. Tapi tampaknya Allah belum mengizinkan kami punya momongan saat itu.
Pada Mei 2012 istriku keguguran. Sempat sangat kecewa dan mencari berbagai macam sebab hingga kambing hitam. Tapi akhirnya kepasrahan yang kami pilih. "Allah akan memilihkan waktu yang tepat bagi kami" "Semua akan indah pada waktunya" Itulah dua kalimat motivasi yang membuat kami tetap tegar.
Saat istriku dikuret di RS Hermina Jakarta pada Mei 2012, saat itulah aku dan istriku belajar banyak tentang kehamilan dan segala permasalahannya dari dokter yang menangani tindakan medis istriku. Alhamdulillah, dokter mengajari kami banyak hal. Dokter menyarankan kami menunggu tiga bulan lagi untuk program punya anak lagi.
Tentang tata cara agar cepat punya anak lagi, sudah pernah saya posting beberapa waktu lalu di blog ini. Dan alhamdulillah postingan itu juga dipraktikkan beberapa teman dan ternyata berhasil. Kabar baiknya, istriku juga berhasil hamil lagi. Kami pun sangat berhati-hati menjaga kehamilan kali ini. Hampir tiap hari kami belajar tentang kehamilan dan segala permasalahannya di internet. Kami juga banyak tanya ke dokter yang menangani kehamilan istriku.
Pada kehamilan kali ini, kami sangat ingin agar bayi kami dilahirkan secara normal. Alasannya, Allah telah menciptakan tubuh perempuan secara sempurna, termasuk cara melahirkan juga telah diatur secara sempurna, melalui cara yang alamiah. Kami yakin persalinan normal lebih mendekatkan jiwa anak dan sang ibu. Kami pun belajar dari banyak pihak. Hasilnya, kami menemukan banyak ilmu tentang kelahiran secara normal meski anak pertama cesar. Bahkan dokter yang menangani kehamilan istriku tiap bulan langsung terdiam saat mencoba menawari operasi cesar semenjak kehamilan menginjak usia 7 bulan. Dokter itu sempat ngeper dan tidak menyangka kami punya banyak info soal kelahiran normal anak kedua meski anak pertama cesar.
Bukan masalah apa-apa, saya sangat tidak suka jika ada dokter kandungan yang matre, sedikit- sedikit langsung cesar. Banyak alasan yang mereka kemukakan, kebanyakan mereka menakut- nakuti pasien tentang kesehatan dan keselamatan bayi. Jika orangtua tidak punya banyak pengetahuan, pasti langsung setuju dicesar. Untuk diketahui, di rumah sakit bersalin tempat istriku melahirkan pada saat yang hampir bersamaan, dari lima pasien, semuanya dioperasi cesar.
Dari ilmu yang kami dapat itu, kami menyimpulkan bahwa anak kedua kami ini bisa dilahirkan secara normal. Berdasarkan pengetahuan yang kami dapat, persalinan normal bisa dilakukan meski anak pertama dilahirkan cesar. Asal, bedah cesar pertama dilakukan secara horisontal di perut bagian bawah. Untuk diketahui ada tiga macam bedah cesar, yaitu horisontal di perut bagian atas, vertikal di tengah perut, dan horisontal di perut bagian bawah. Persalinan normal hanya boleh dilakukan jika cesar pertama dilakukan secara horisontal di perut bagian bawah.
Aturan berikutnya, tinggi tubuh istriku memungkinkan untuk melakukan persalinan normal. Juga pinggul tidak terlalu sempit sehingga cukup digunakan sebagai jalan bagi si jabang bayi. Aturan berikutnya lagi adalah perkiraan berat bayi kurang dari empat kilogram. Nah untuk berat bayi ini kami melakukan second opinion hingga tiga dokter. Dokter pertama yang menangani istriku tiap bulan menyatakan berat janin tiga hari sebelum kelahiran 3,8 kilogram, dua dokter lainnya menyatakan berat janin 3,7 kilogram.
Jadi, berdasarkan diagnosis tiga dokter, berat janin memungkinkan untuk kelahiran secara normal. Tak hanya itu, kami juga melakukan tes jantung ibu dan janin. Hasilnya juga memuaskan, keduanya dinyatakan sangat sehat.
Hingga akhirnya tiba pada hari H. Pukul 24.00 pada 3 Juli 2013, istriku mulai kontraksi. Kami mencoba menyugesti dan membuat suasana menjadi senyaman mungkin. Dua jam berikutnya, kontraksi makin sering terjadi. Hingga pukul 02.30 akhirnya kami putuskan untuk pergi ke rumah sakit.
Kabar baiknya, alhamdulillah pada sore sebelumnya kawan kami secara ikhlas meminjamkan mobilnya kepada kami, sehingga saat kontraksi, kami bisa membawa istri ke dokter secara nyaman. Tak bisa dibayangkan kami membawa istri ke rumah sakit yang jaraknya 10 kilometer menggunakan sepeda motor. Belum lagi, kami juga harus membawa anak pertama kami yang berumur 7 tahun pada pukul 02.30 dinihari. Betapa repotnya, karena kami juga harus membawa perlengkapan melahirkan, termasuk persiapan untuk si jabang bayi. Jadi, pas dinihai kontraksi, kami sudah siap membawa ke dokter secara nyaman. (Maturnuwun Om Razak atas pinjaman mobilnya...)
Hingga pukul 10.30, sudah terjadi pembukaan empat menuju lima. Si jabang bayi masih terus meronta ingin keluar. Di sisi lain, istriku mengalami kesakitan yang luar biasa. Air ketuban istrikupun mulai keluar berwarna coklat. Jumlahnya diperkirakan makin menipis. Saat memeriksa pukul 11.00, akhirnya dokter menyerah. Dia langsung menyarankan operasi cesar karena air ketuban sudah hampir habis. Kami pun terbengong, tak bisa berbuat apa-apa. Dokter mengatakan berbahaya jika tidak segera dioperasi karena si jabang bayi telah meminum air ketuban yang telah bercampur kotoran. Kami pun menyerah.
Sambil mengucap bismilah, saya pun menandatangani prasyarat operasi cesar. Setengah jam kemudian bayiku pun terlahir dengan selamat. Yang membuat saya terbengong-bengong adalah ukurannya yang super besar: 4,85 kilogram dengan panjang 55 centimeter. Wowww... Sujud syukur pun saya panjatkan kepada Allah. Apa jadinya jika anakku tidak dioperasi cesar. Dengan ukuran yang segitu besar, sangat tidak mungkin anakku lahir secara normal mengingat istriku punya riwayat operasi cesar pada anak pertama.Terima kasih dokter telah memaksa kami untuk menyetujui operasi cesar.
Banjarmasin, 18 Juli 2013
langit biru lahir (dua mimpi dalam satu malam-1)
Posted by : Unknown
0 Comments
Saya sering mempertanyakan hal ini kepada diri saya sendiri. Lalu, saya coba mencari jawaban dari senior-senior saya yang telah pensiun. Jawabannya tidak perlu saya sharing di sini, karena saya yakin Anda sudah paham maksud saya.
Bagi Anda yang bekerja di perusahaan yang bisa menjamin masa depan karyawannya yang telah purnatugas, Anda bisa bersyukur karena masalah pensiun tidak akan menjadi masalah. Beberapa perusahaan besar memang tidak memberi uang pensiun bulanan, tapi memberi uang pesangon dalam jumlah yang cukup besar sehingga bisa dipakai untuk menyambung hidup, bahkan membuka usaha baru. Begitu juga dengan PNS, pasti sudah punya dana pensiun.
Nah, bagi karyawan yang tidak jelas dana pensiunnya, tentu harus segera mengambil langkah konkret. Kita tidak bisa hanya menunggu saja. Kita juga tidak boleh hanya bisa mengeluh sampai waktu pensiun benar-benar datang. Dan saat waktu pensiun tiba, kita tidak bisa berbuat apa-apa karena umur sudah menjelang, dan modal usaha tidak ada alias nihil.
Lalu, apa yang harus kita lakukan? Panik, cuek, sigap bergerak, pindah kerjaan, merencanakan sesuatu, menabung, berinvestasi, bikin side job, jualan, ikut asuransi dana pensiun, dan lain-lain. Melakukan langkah kecil tapi konkret menurut saya bisa menyelamatkan masa pensiun Anda. Kita bisa mulai melakukan investasi kecil-kecilan. Hal ini bisa dilakukan dengan cara menyisihkan sebagian kecil dari penghasilan kita saat ini. Tak perlu muluk-muluk, cukup beberapa ratus ribu rupiah saja per bulan. Jika kita konsisten, insya Allah bisa dijadikan bekal saat pensiun nanti.
Saat ini, saya mencoba menyisihkan uang gaji saya dan istri tiap bulan. Investasi emas dan properti adalah pilihan kami. Jumlah yang saya keluarkan tiap bulan tidak terlalu besar, tapi insya Allah nilai investasi yang saya tanamkan akan berlipat ganda saat saya pensiun nanti. Investasi di bidang ini saya pilih ketimbang menambung. Karena biasanya pegawai dengan gaji pas-pasan tidak akan pernah bisa menabung.
Kami memilih investasi di emas dan properti karena harga dua produk ini terkenal paling bagus dan mudah mengelolanya. Selain itu, harga dua produk ini sangat jarang turun. Kalaupun turun harga, paling hanya terjadi pada saat tertentu, setelah itu biasanya harganya melejit lagi. Keuntungan lain, properti bisa disewakan sehingga ada kemungkinan kita bisa mengangsur aset kita ini menggunakan dana pihak lain. Bahkan, emas juga bisa digadaikan, dimana uangnya bisa digunakan sebagai modal usaha. Keuntungan lain, harga emas dan properti pasti akan naik berkali lipat saat angsurannya lunas pada saatnya nanti.
Tak hanya saya dan istri, kami juga melibatkan anak kami untuk ikut investasi. Kami memang sengaja mengajari anak kami untuk latihan investasi sejak dini. Caranya, kami membeli emas batangan dengan sistem angsuran di bank. Caranya, anak kami menyisihkan uang sakunya tiap hari. Setelah terkumpul tiap bulan, lalu kami setorkan ke bank tempat kami mengambil cicilan emas itu.
Untuk tahap awal, kami mengambil emas batangan (emas antam) yang 25 gram. Cicilannya lumayan murah, hanya Rp 350 ribu per bulan. Anak kami menyisihkan uang sakunya Rp 5.000 tiap hari. Setelah terkumpul Rp 150 ribu per bulan, lalu kami genapi hingga Rp 350 ribu. Lumayan, dua tahun yang akan datang cicilan emas itu lunas, dan akan kami lanjutkan untuk cicilan emas yang berikutnya. Harapannya, emas itu bisa digunakan untuk membiayai anak kami mulai dari masuk SMP hingga kuliah nanti. Aamiin...
Perencana keuangan Prita Hapsari Ghozie dalam kompas.com mengatakan, orang Indonesia pandai menyisihkan uang tapi kebanyakan salah tempat. Kesalahan mengalokasikan dana umumnya terdapat pada tabungan. Kebanyakan orang mengandalkan tabungan untuk simpanan hari tua juga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kesalahan umum lainnya adalah membayar polis asuransi namun tak memahami tujuannya. Alhasil uang yang semestinya bisa dimaksimalkan untuk investasi yang lebih menguntungkan, mengalir ke dana asuransi yang tak jelas tujuan finansialnya.
Prita mengatakan, menabung tak cukup untuk memenuhi kebutuhan di hari tua. Menurutnya, 50 persen orang tidak bisa membedakan antara simpanan, tabungan, dan investasi. Masalah keuangan kemudian muncul bukan hanya karena minimnya tabungan, tapi juga disebabkan oleh gaya hidup tinggi dan kebiasaan berutang. Sekitar 30 persen orang memiliki gaya hidup tinggi dan 18 persen hobi berutang.
Dengan berbagai masalah keuangan dan salah tempat alokasi dana inilah, banyak orang tak mampu mewujudkan sejumlah impiannya. Seperti memiliki rumah, dana pendidikan anak, dana pensiun, juga kesempatan berlibur,
Mengenai asuransi, kesalahan yang paling umum dilakukan adalah membeli asuransi dengan premi yang tidak sesuai kemampuan finansial. Rata-rata orang Indonesia menghabiskan 20 persen dari gaji bulanannya untuk premi asuransi. Padahal, semestinya alokasi dana untuk premi asuransi hanya lima persen dari gaji.
"Yang paling penting dari asuransi adalah nasabah tahu mau apa dengan asuransi tersebut. Tidak mungkin semua asuransi dimiliki, jadi memang harus memilih," sarannya.
Prita melanjutkan banyaknya polis asuransi yang dimiliki karena mudah tergoda tawaran lantaran minimnya pengetahuan. Termasuk asuransi yang masuk dalam tagihan kartu kredit. Boleh saja membeli asuransi yang ditawarkan asal jelas tujuannya sesuai kebutuhan dan kemampuan. Termasuk asuransi yang masuk tagihan kartu kredit karena bagi sebagian orang ini membantu membayar bulanan. Namun pastikan Anda membayar lunas tagihan kartu kredit bukan membayar minimum payment karena itu sama saja berasuransi dengan berutang.
Nah, silakan teman-teman pilih jenis investasi atau usaha yang Anda sukai untuk mempersiapkan masa depan Anda dan keluarga, dan persiapan memasuki masa pensiun. Ada satu tips lagi untuk Anda. Jika saat ini Anda merokok satu bungkus tiap hari, kurangilah setengahnya. Jika harga rokok saat ini rata-rata di atas Rp 10 ribu, Anda bisa menyisihkan uang rokok yang merusak kesehatan itu untuk masa pensiun Anda. Lumayan, jika Anda menyisihkan uang setidaknya Rp 5.000 per hari dari uang rokok Anda, Anda bisa membeli emas batangan 10 gram di bank menggunakan sistem angsuran. Efeknya, Anda bisa punya emas batangan dalam beberapa bulan ke depan, dan bisa mengurangi asupan penyakit ke tubuh Anda akibat asap rokok. Dan saya, Alhamdulilah ini sudah bulan ke-11 saya meninggalkan Lucky Strike. hehehe...
demikian masbrow, semoga bermanfaat
Kompleks Kenaungan, Banjarmasin
10 Juni 2013
Bagi Anda yang bekerja di perusahaan yang bisa menjamin masa depan karyawannya yang telah purnatugas, Anda bisa bersyukur karena masalah pensiun tidak akan menjadi masalah. Beberapa perusahaan besar memang tidak memberi uang pensiun bulanan, tapi memberi uang pesangon dalam jumlah yang cukup besar sehingga bisa dipakai untuk menyambung hidup, bahkan membuka usaha baru. Begitu juga dengan PNS, pasti sudah punya dana pensiun.
Nah, bagi karyawan yang tidak jelas dana pensiunnya, tentu harus segera mengambil langkah konkret. Kita tidak bisa hanya menunggu saja. Kita juga tidak boleh hanya bisa mengeluh sampai waktu pensiun benar-benar datang. Dan saat waktu pensiun tiba, kita tidak bisa berbuat apa-apa karena umur sudah menjelang, dan modal usaha tidak ada alias nihil.
Lalu, apa yang harus kita lakukan? Panik, cuek, sigap bergerak, pindah kerjaan, merencanakan sesuatu, menabung, berinvestasi, bikin side job, jualan, ikut asuransi dana pensiun, dan lain-lain. Melakukan langkah kecil tapi konkret menurut saya bisa menyelamatkan masa pensiun Anda. Kita bisa mulai melakukan investasi kecil-kecilan. Hal ini bisa dilakukan dengan cara menyisihkan sebagian kecil dari penghasilan kita saat ini. Tak perlu muluk-muluk, cukup beberapa ratus ribu rupiah saja per bulan. Jika kita konsisten, insya Allah bisa dijadikan bekal saat pensiun nanti.
Saat ini, saya mencoba menyisihkan uang gaji saya dan istri tiap bulan. Investasi emas dan properti adalah pilihan kami. Jumlah yang saya keluarkan tiap bulan tidak terlalu besar, tapi insya Allah nilai investasi yang saya tanamkan akan berlipat ganda saat saya pensiun nanti. Investasi di bidang ini saya pilih ketimbang menambung. Karena biasanya pegawai dengan gaji pas-pasan tidak akan pernah bisa menabung.
Kami memilih investasi di emas dan properti karena harga dua produk ini terkenal paling bagus dan mudah mengelolanya. Selain itu, harga dua produk ini sangat jarang turun. Kalaupun turun harga, paling hanya terjadi pada saat tertentu, setelah itu biasanya harganya melejit lagi. Keuntungan lain, properti bisa disewakan sehingga ada kemungkinan kita bisa mengangsur aset kita ini menggunakan dana pihak lain. Bahkan, emas juga bisa digadaikan, dimana uangnya bisa digunakan sebagai modal usaha. Keuntungan lain, harga emas dan properti pasti akan naik berkali lipat saat angsurannya lunas pada saatnya nanti.
Tak hanya saya dan istri, kami juga melibatkan anak kami untuk ikut investasi. Kami memang sengaja mengajari anak kami untuk latihan investasi sejak dini. Caranya, kami membeli emas batangan dengan sistem angsuran di bank. Caranya, anak kami menyisihkan uang sakunya tiap hari. Setelah terkumpul tiap bulan, lalu kami setorkan ke bank tempat kami mengambil cicilan emas itu.
Untuk tahap awal, kami mengambil emas batangan (emas antam) yang 25 gram. Cicilannya lumayan murah, hanya Rp 350 ribu per bulan. Anak kami menyisihkan uang sakunya Rp 5.000 tiap hari. Setelah terkumpul Rp 150 ribu per bulan, lalu kami genapi hingga Rp 350 ribu. Lumayan, dua tahun yang akan datang cicilan emas itu lunas, dan akan kami lanjutkan untuk cicilan emas yang berikutnya. Harapannya, emas itu bisa digunakan untuk membiayai anak kami mulai dari masuk SMP hingga kuliah nanti. Aamiin...
Perencana keuangan Prita Hapsari Ghozie dalam kompas.com mengatakan, orang Indonesia pandai menyisihkan uang tapi kebanyakan salah tempat. Kesalahan mengalokasikan dana umumnya terdapat pada tabungan. Kebanyakan orang mengandalkan tabungan untuk simpanan hari tua juga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kesalahan umum lainnya adalah membayar polis asuransi namun tak memahami tujuannya. Alhasil uang yang semestinya bisa dimaksimalkan untuk investasi yang lebih menguntungkan, mengalir ke dana asuransi yang tak jelas tujuan finansialnya.
Prita mengatakan, menabung tak cukup untuk memenuhi kebutuhan di hari tua. Menurutnya, 50 persen orang tidak bisa membedakan antara simpanan, tabungan, dan investasi. Masalah keuangan kemudian muncul bukan hanya karena minimnya tabungan, tapi juga disebabkan oleh gaya hidup tinggi dan kebiasaan berutang. Sekitar 30 persen orang memiliki gaya hidup tinggi dan 18 persen hobi berutang.
Dengan berbagai masalah keuangan dan salah tempat alokasi dana inilah, banyak orang tak mampu mewujudkan sejumlah impiannya. Seperti memiliki rumah, dana pendidikan anak, dana pensiun, juga kesempatan berlibur,
Mengenai asuransi, kesalahan yang paling umum dilakukan adalah membeli asuransi dengan premi yang tidak sesuai kemampuan finansial. Rata-rata orang Indonesia menghabiskan 20 persen dari gaji bulanannya untuk premi asuransi. Padahal, semestinya alokasi dana untuk premi asuransi hanya lima persen dari gaji.
"Yang paling penting dari asuransi adalah nasabah tahu mau apa dengan asuransi tersebut. Tidak mungkin semua asuransi dimiliki, jadi memang harus memilih," sarannya.
Prita melanjutkan banyaknya polis asuransi yang dimiliki karena mudah tergoda tawaran lantaran minimnya pengetahuan. Termasuk asuransi yang masuk dalam tagihan kartu kredit. Boleh saja membeli asuransi yang ditawarkan asal jelas tujuannya sesuai kebutuhan dan kemampuan. Termasuk asuransi yang masuk tagihan kartu kredit karena bagi sebagian orang ini membantu membayar bulanan. Namun pastikan Anda membayar lunas tagihan kartu kredit bukan membayar minimum payment karena itu sama saja berasuransi dengan berutang.
Nah, silakan teman-teman pilih jenis investasi atau usaha yang Anda sukai untuk mempersiapkan masa depan Anda dan keluarga, dan persiapan memasuki masa pensiun. Ada satu tips lagi untuk Anda. Jika saat ini Anda merokok satu bungkus tiap hari, kurangilah setengahnya. Jika harga rokok saat ini rata-rata di atas Rp 10 ribu, Anda bisa menyisihkan uang rokok yang merusak kesehatan itu untuk masa pensiun Anda. Lumayan, jika Anda menyisihkan uang setidaknya Rp 5.000 per hari dari uang rokok Anda, Anda bisa membeli emas batangan 10 gram di bank menggunakan sistem angsuran. Efeknya, Anda bisa punya emas batangan dalam beberapa bulan ke depan, dan bisa mengurangi asupan penyakit ke tubuh Anda akibat asap rokok. Dan saya, Alhamdulilah ini sudah bulan ke-11 saya meninggalkan Lucky Strike. hehehe...
demikian masbrow, semoga bermanfaat
Kompleks Kenaungan, Banjarmasin
10 Juni 2013
cukupkah dana pensiun kita?
Posted by : Unknown
0 Comments
Kini jamannya emas. Di mana-mana emas menjadi primadona. Selain bebas inflasi, harga emas terus naik, sehingga posisi orang yang menginvestasikan dananya di emas selalu aman krisis. Bahkan kini emas menjadi incaran investor, mulai dari yang kacangan hingga kelas kakap. Saya belum memutuskan untuk investasi emas dalam jumlah besar. Kali ini saya akan sharing tentang apa yang telah saya lakukan beberapa hari ini tentang emas.
Saya akan cerita dulu ya. Anakku kini masih kelas satu SD di sebuah SD berstandar nasional, dua bulan kedepan dia naik kelas dua.Tiap hari, uang sakunya Rp 10 ribu. Tapi alhamdulillah, meski anakku gendut, dia tidak suka jajan. Tiap hari, ia hanya menggunakan uang sakunya untuk jajan sekitar Rp 4 ribuan saja, jadi bisa menabung sebesar Rp 6 ribuan per hari.
Kelebihan uang saku anakku itu terkadang saya simpan di kotak khusus di rumah, tapi lebih sering digunakan untuk uang saku hari berikutnya. Dalam hati saya selalu ingin mengajari anak saya untuk menabung. Tapi saya sadar bahwa menabung dalam bentuk uang kurang bagus secara hitung-hitungan investasi.
Alhamdulillah, saat saya bbm-an dengan teman yang saat ini sedang getol investasi emas, saya malah jadi kepikiran untuk menabung dalam bentuk emas. Lalu saya datangi Bank BNI Syariah. Ternyata di bank ini punya layanan cicilan emas. Bak gayung bersambut, saya pun minta penjelasan seputar cicilan semas, sekaligus minta aplikasi cicilan.
Bank ini menyediakan cicilan emas untuk 10, 25, 50 dan 100 gram. Di bank lain saya belum tahu, tapi kemungkinan besar hampir mirip-mirip. Yang saya tahu hampir semua bank syariah mempunyai produk ini. Besaran cicilannya bervariasi tergantung berat emas dan jangka waktu cicilan. Bank BNI Syariah menawarkan waktu cicilan antara dua hingga lima tahun.
Nah untuk mengenalkan anak pada investasi emas, sekaligus mengajarinya untuk mandiri, saya coba mengajaknya ke BNI Syariah di kota saya. Dan alhamdulillah, anak saya setuju sisa uang sakunya dibelikan emas. Kepadanya, saya mencoba menjelaskan bahwa kelak jika cicilan sudah lunas, emas itu bisa dipakai untuk bayar sekolah atau dipakai untuk keperluan lain, seperti rekreasi, jalan-jalan, beli sesuatu, atau sekadar untuk tabungannya.
Tak hanya memberi penjelasan soal kegunaan investasi emas itu saja, saya juga mengajaknya ikut datang langsung ke bank. Tujuannya agar ia terbiasa dengan kehidupan bank. Harapannya ia kenal dengan dunia perbankan, keuangan, termasuk dunia investasi. Alhamdulillah, saat ngantre di bank, ia banyak tanya soal valuta asing, reksadana, dan beberapa produk bank. Tentu saja, saya jawab sebisa saya, sambil merujuk pada brosur yang ada di kantor bank.
Setelah berdiskusi dengan istri, akhirnya saya putuskan ambil cicilan 25 gram dengan waktu angsuran selama tiga tahun. Per tanggal 29 April 2013, harga emas Antam di Banjarmasin dibanderol Rp 515.000 per gram. Jadi kalau ambil 25 gram harga belinya jadi Rp 12.690.000.
Setelah sepakat dengan bank, saya membayar uang muka sebesar Rp 20 persen atau Rp 2.538.000 dengan besar cicilan Rp 351.964 fix selama tiga tahun. Selain uang muka itu, saya juga membayar empat materai dan biaya administrasi sebesar Rp 25 ribu. Jadi total, saya harus membayar Rp 2.700.000.
Sebetulnya, kalau dihitung dari kemampuan bayar anak saya, seharusnya dia hanya mengambil emas yang 10 gram untuk jangka waktu tiga tahun. Dengan jangka waktu tiga tahun, anak saya hanya perlu mengangsur sebesar Rp 142 ribu per bulan fix. Tapi setelah saya hitung-hitung, kalau ambil 10 gram nanggung, jadi sekalian saja ambil yang 25 gram. Selain uang mukanya yang masih terjangkau, juga hasilnya lumayan. Hitung-hitung hasilnya untuk cadangan biaya masuk smp. Siapa tahu saat anakku lulus SD, biaya masuk ke SMP tinggi.
Lalu kenapa harus ambil cicilan emas. Alasannya cukup simpel. Pertama, harga emas selalu naik. Berdasarkan fakta yang terjadi, kenaikan harga emas minimal mencapai 20 persen per tahun. Artinya jika tahun ini harga emas Rp 515.000 per gram, kemungkinan besar tahun depan harga emas 25 gram mencapai 15.228.000, tahun kedua menjadi Rp 18.274.000, dan tahun ketiga saat lunas mencapai Rp 21.928.000. Insya Allah cukup untuk masuk SMP. Itu baru itungan prediksi kenaikan 20 persen per tahun. Padahal ada juga beberapa pengamat investasi yang memprediksi harga emas akan mencapai 1 juta per gram pada 2015.
Alasan kedua, kalau kita ambil cicilan emas, kita mengunci harga emas tiga tahun yang akan datang dengan harga hari ini. Artinya, prediksi harga emas tiga tahun yang akan datang sebesar Rp 21.928.000, kita bayar sesuai perhitungan bank hari ini sebesar Rp 12.690.000. Lumayan ya. Memang kalau dihitung total cicilan dan uang muka, jatuhnya agak tinggi. Tapi yang tidak bisa abaikan adalah cara membelinya yang bisa diangsur hingga tiga tahun dengan cicilan per bulan yang relatif terjangkau.
Begitulah masbro sharing saya kali ini. Ayo kita cerdas menyiasati hidup yang makin mahal. Bagi yang gajinya pas-pasan, dan sekarang menjadi perokok berat, inilah saatnya Anda membuktikan diri bahwa Anda peduli dengan keluarga dan masa depan Anda. Jika saat ini Anda merokok satu bungkus, kurangi hanya setengah bungkus sehingga Anda bisa menabung Rp 5.000 per hari. Dengan 5.000 per hari Anda bisa punya emas batangan dua atau tiga tahun ke depan.
Dengan cara ini, insya Allah hidup menjadi lebih ringan dan barokah karena dilakukan di bank syariah. Oh iya, sebetulnya cicilan emas ini tidak hanya dipakai untuk masuk sekolah. Masbro juga bisa menggunakannya untuk persiapan anak kuliah, membeli rumah atau mobil, pergi haji atau umrah, atau untuk keperluan lain, semisal modal usaha.
Semoga bermanfaat ya masbro...
Banjarmasin, 29 April 2013
Saya akan cerita dulu ya. Anakku kini masih kelas satu SD di sebuah SD berstandar nasional, dua bulan kedepan dia naik kelas dua.Tiap hari, uang sakunya Rp 10 ribu. Tapi alhamdulillah, meski anakku gendut, dia tidak suka jajan. Tiap hari, ia hanya menggunakan uang sakunya untuk jajan sekitar Rp 4 ribuan saja, jadi bisa menabung sebesar Rp 6 ribuan per hari.
Kelebihan uang saku anakku itu terkadang saya simpan di kotak khusus di rumah, tapi lebih sering digunakan untuk uang saku hari berikutnya. Dalam hati saya selalu ingin mengajari anak saya untuk menabung. Tapi saya sadar bahwa menabung dalam bentuk uang kurang bagus secara hitung-hitungan investasi.
Alhamdulillah, saat saya bbm-an dengan teman yang saat ini sedang getol investasi emas, saya malah jadi kepikiran untuk menabung dalam bentuk emas. Lalu saya datangi Bank BNI Syariah. Ternyata di bank ini punya layanan cicilan emas. Bak gayung bersambut, saya pun minta penjelasan seputar cicilan semas, sekaligus minta aplikasi cicilan.
Bank ini menyediakan cicilan emas untuk 10, 25, 50 dan 100 gram. Di bank lain saya belum tahu, tapi kemungkinan besar hampir mirip-mirip. Yang saya tahu hampir semua bank syariah mempunyai produk ini. Besaran cicilannya bervariasi tergantung berat emas dan jangka waktu cicilan. Bank BNI Syariah menawarkan waktu cicilan antara dua hingga lima tahun.
Nah untuk mengenalkan anak pada investasi emas, sekaligus mengajarinya untuk mandiri, saya coba mengajaknya ke BNI Syariah di kota saya. Dan alhamdulillah, anak saya setuju sisa uang sakunya dibelikan emas. Kepadanya, saya mencoba menjelaskan bahwa kelak jika cicilan sudah lunas, emas itu bisa dipakai untuk bayar sekolah atau dipakai untuk keperluan lain, seperti rekreasi, jalan-jalan, beli sesuatu, atau sekadar untuk tabungannya.
Tak hanya memberi penjelasan soal kegunaan investasi emas itu saja, saya juga mengajaknya ikut datang langsung ke bank. Tujuannya agar ia terbiasa dengan kehidupan bank. Harapannya ia kenal dengan dunia perbankan, keuangan, termasuk dunia investasi. Alhamdulillah, saat ngantre di bank, ia banyak tanya soal valuta asing, reksadana, dan beberapa produk bank. Tentu saja, saya jawab sebisa saya, sambil merujuk pada brosur yang ada di kantor bank.
Setelah berdiskusi dengan istri, akhirnya saya putuskan ambil cicilan 25 gram dengan waktu angsuran selama tiga tahun. Per tanggal 29 April 2013, harga emas Antam di Banjarmasin dibanderol Rp 515.000 per gram. Jadi kalau ambil 25 gram harga belinya jadi Rp 12.690.000.
Setelah sepakat dengan bank, saya membayar uang muka sebesar Rp 20 persen atau Rp 2.538.000 dengan besar cicilan Rp 351.964 fix selama tiga tahun. Selain uang muka itu, saya juga membayar empat materai dan biaya administrasi sebesar Rp 25 ribu. Jadi total, saya harus membayar Rp 2.700.000.
Sebetulnya, kalau dihitung dari kemampuan bayar anak saya, seharusnya dia hanya mengambil emas yang 10 gram untuk jangka waktu tiga tahun. Dengan jangka waktu tiga tahun, anak saya hanya perlu mengangsur sebesar Rp 142 ribu per bulan fix. Tapi setelah saya hitung-hitung, kalau ambil 10 gram nanggung, jadi sekalian saja ambil yang 25 gram. Selain uang mukanya yang masih terjangkau, juga hasilnya lumayan. Hitung-hitung hasilnya untuk cadangan biaya masuk smp. Siapa tahu saat anakku lulus SD, biaya masuk ke SMP tinggi.
Lalu kenapa harus ambil cicilan emas. Alasannya cukup simpel. Pertama, harga emas selalu naik. Berdasarkan fakta yang terjadi, kenaikan harga emas minimal mencapai 20 persen per tahun. Artinya jika tahun ini harga emas Rp 515.000 per gram, kemungkinan besar tahun depan harga emas 25 gram mencapai 15.228.000, tahun kedua menjadi Rp 18.274.000, dan tahun ketiga saat lunas mencapai Rp 21.928.000. Insya Allah cukup untuk masuk SMP. Itu baru itungan prediksi kenaikan 20 persen per tahun. Padahal ada juga beberapa pengamat investasi yang memprediksi harga emas akan mencapai 1 juta per gram pada 2015.
Alasan kedua, kalau kita ambil cicilan emas, kita mengunci harga emas tiga tahun yang akan datang dengan harga hari ini. Artinya, prediksi harga emas tiga tahun yang akan datang sebesar Rp 21.928.000, kita bayar sesuai perhitungan bank hari ini sebesar Rp 12.690.000. Lumayan ya. Memang kalau dihitung total cicilan dan uang muka, jatuhnya agak tinggi. Tapi yang tidak bisa abaikan adalah cara membelinya yang bisa diangsur hingga tiga tahun dengan cicilan per bulan yang relatif terjangkau.
Begitulah masbro sharing saya kali ini. Ayo kita cerdas menyiasati hidup yang makin mahal. Bagi yang gajinya pas-pasan, dan sekarang menjadi perokok berat, inilah saatnya Anda membuktikan diri bahwa Anda peduli dengan keluarga dan masa depan Anda. Jika saat ini Anda merokok satu bungkus, kurangi hanya setengah bungkus sehingga Anda bisa menabung Rp 5.000 per hari. Dengan 5.000 per hari Anda bisa punya emas batangan dua atau tiga tahun ke depan.
Dengan cara ini, insya Allah hidup menjadi lebih ringan dan barokah karena dilakukan di bank syariah. Oh iya, sebetulnya cicilan emas ini tidak hanya dipakai untuk masuk sekolah. Masbro juga bisa menggunakannya untuk persiapan anak kuliah, membeli rumah atau mobil, pergi haji atau umrah, atau untuk keperluan lain, semisal modal usaha.
Semoga bermanfaat ya masbro...
Banjarmasin, 29 April 2013
keren, anakku investasi emas (masuk sekolah bayar sendiri)
Posted by : Unknown
0 Comments








